Oleh-oleh Open Journal System (OJS) Workshop

Jumat, 19 Februari 2016 lalu, saya diminta mewakili redaksi JPTI untuk mengikuti workshop jurnal. Bertempat di Ruang Multimedia, bersama perwakilan dari tiga jurnal lain di lingkup Fakultas Pertanian UGM, kami diberi wawasan baru tentang sistem jurnal dalam jaringan atau lebih kerennya disebut open journal system (OJS).

Acara dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan (Dr. Rudi Hari Murti), dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Andrian Dion Priadi, S.Kom. dari Direktorat Sistem dan Sumber Daya Informasi (DSDI) UGM.

OJS workshop
suasana acara OJS workshop

Pemateri mengenalkan kami seperti apa itu OJS. Ternyata, di dalamnya terdapat beberapa elemen yang diatur untuk bersinergi, sehingga proses penyerahan/submit, telaah/review, sampai publikasi dapat dikelola secara online. Selain materi, kami juga diperkenalkan beberapa bagian penting terkait posisi journal manager, author, editor berikut tugas-tugasnya; cara set up jurnal; dan yang tak kalah penting: panduan OJS

Bagi yang telah melek teknologi, keberadan OJS tentu saja memudahkan. Namun, kenyataan secara teknis, masih banyak dijumpai proses tersebut dilakukan secara offline; tak jauh beda dengan kondisi di redaksi jurnal yang kami kelola. Memang, butuh waktu dan proses panjang untuk mengintegrasikan semua proses tersebut ke dalam sistem online. Namun, bukan berarti hal ini tidak bisa. Dengan OJS diharapkan pengelolaan jurnal kelak menjadi jauh lebih mudah. Selain itu, proses telaah manuskrip akan jauh lebih ramah lingkungan. Terbayang dalam benak saya, betapa banyak kertas yang bisa dihemat nantinya, jika sistem jurnal online ini telah berjalan.

Meski rangkaian acara lebih banyak berupa demonstrasi (karena terbatasnya waktu), para peserta (terutama saya sebagai bagian dari pengelola jurnal saat ini) menjadi lebih tercerahkan. Semoga lain waktu ada kesempatan lagi menambah ilmu soal pengelolaan OJS. Sebagai newbie, saya tentu masih harus banyak belajar, ya.

Lalu, sudah sampai mana progress report-nya setelah mengikuti OJS workshop? Saat ini, JPTI dalam UGM open journal system masih dalam tahap entry back issue. Tinggal hitung saja deh berapa yang harus di-entry mengingat edisi pertamanya terbit tahun 1995. Banyak yang mesti diisi, karena sifatnya yang detail. Pegal? Iya. Capek? Iya. Makan waktu? Iya. Namanya memulai, selalu seperti itu. That’s okay, saya menikmatinya. Lagipula, apa ada pekerjaan selesai kalau saya hanya mengeluh? Hehehe…

Okay, then. Stop whining, let’s go working! 😀

1 Comment

  1. Nasirullah Sitam

    03/03/2016 at 9:55 am

    Pokoknya kalo OJS-nya error tinggal lapor ke mas dion hahahahhaha. Aku tahunya cuma input file aja 😀 😀

Leave a Reply