Klimaks Spesial: Akreditasi Jurnal

Setahun terakhir kesibukan saya di redaksi mencapai klimaks spesial. Saya sebut spesial karena klimaks yang ini ada di luar klimaks tahunan–tiap tahun ada dua kali klimaks di redaksi; tepatnya bulan Juli dan Desember. Nah, klimaks spesial ini biasanya terjadi sekali dalam kurun waktu empat tahunan, itu pun tergantung aturan yang berlaku. Ya, klimaks spesial ini bernama akreditasi jurnal.

Jurnal perlu diakreditasi juga? Tentu saja, tujuannya agar mencapai kualitas tertentu. Logikanya serupa dengan ujian kenaikan kelas. Jurnal-jurnal yang tidak terakreditasi (baca: belum lulus ujian dan dengan terpaksa tinggal kelas), levelnya ada di bawah jurnal yang telah terakreditasi. Meski begitu, selama masih berstatus tidak terakreditasi, bukan berarti boleh menyerah, ya. Seperti kata sebuah lirik lagu, “Harapan ada, bila kau percaya.” Ya, percaya … bahwa ada waktu paling tepat untuk menjadi kuat dan bisa lulus (ujian) akreditasi. 😀

Jurnal yang saya kelola pernah beberapa tahun berada pada posisi “tinggal kelas”. Mau maju akreditasi terbitnya masih telat melulu; seringkali kekurangan naskah; well, … kalau boleh saya sebut: seperti itulah problematika jurnal ilmiah di Indonesia pada umumnya. Sedih. 🙁

Kalau sudah begitu kondisinya, berapa lama harus bertahan dan terus berusaha? Semampunya. Saya percaya, setiap orang bisa mengenali kemampuan diri untuk bertahan. Saya sendiri, alhamdulillah diberi nikmat harus bertahan selama tujuh tahun, sampai akhirnya spanduk berikut ini pun membuat saya sukses speechless beberapa minggu lalu. Overall, alhamdulillah sudah berhasil melalui tahap ini.

akreditasi JPTI 2017

Rasanya seperti merasakan manisnya menu buka puasa di hari pertama Ramadhan, dan memang seperti mendapat kado istimewa di bulan Ramadhan karena berita bahwa jurnal kami lolos akreditasi tersebut saya terima tanggal 29 Mei 2017, masih di hitungan awal Ramadhan 1438 H.

Okay, kita kembali ke obrolan soal akreditasi ….

Bukan hanya provider telekomunikasi atau lembaga keuangan yang punya syarat dan ketentuan. Di dalam akreditasi jurnal ilmiah pun ada syarat dan ketentuan; ada ambang dan angka yang digunakan sebagai standar untuk mengukur sampai di level mana pencapaian suatu jurnal ilmiah.

Sebagai ancang-ancang maju (ujian) akreditasi, para pengelola jurnal perlu melakukan evaluasi diri; kami pun tak terkecuali. Untungnya, saat ini pengajuan akreditasi tidak serepot seperti masa pengajuan akreditasi jurnal versi cetak. Seorang rekan pengelola jurnal bahkan pernah berkisah soal berkas-berkas akreditasi jurnal mereka yang memenuhi brankas dan harus diangkut ke Jakarta menggunakan truk. Omo! 😯

Saya lantas membayangkan alangkah ribet-rumit-makan-waktu-nya proses akreditasi di masa lalu. Pun sekaligus merasa beruntung karena masa-masa itu telah berlalu karena berlakunya peraturan baru tentang jurnal online (dan tentunya, akreditasi secara online).

Saat ini proses pengajuan akreditasi dilakukan dengan mendaftarkan jurnal lalu melengkapi semua dokumen yang diperlukan di website Arjuna (Akreditasi Jurnal Nasional), beralamat di http://arjuna.ristekdikti.go.id/.  Setelah semua dokumen lengkap, tinggal kirim dan penilaian pun dimulai.

tampilan beranda website Arjuna

Periode pengajuan akreditasi tidak dilakukan sepanjang tahun. Setahun hanya ada dua periode, bulan Maret dan bulan Agustus. Menurut pengalaman kami di periode Maret 2017 lalu, ada tiga tahap yang dilalui:
Tahap 1. Evaluasi Dokumen
Tahap 2. Penilaian Substansi dan Manajemen
Tahap 3. Pembuatan SK.

Di setiap tahap ini belum tentu ada notifikasi lewat e-mail, sehingga pengelola perlu mengecek perkembangan dengan melakukan login di akun Arjuna.

O ya, satu hal lagi, karena periode pengajuan terbuka dari awal sampai akhir bulan, ada baiknya menentukan target kapan dokumen yang ada di Arjuna akan dikirim. Hindari terlalu mepet akhir bulan agar semisal ada hal-hal yang perlu dibenahi, kita masih punya cukup waktu untuk mengirim ulang.

Okay, sekian #CurhatRedaksi tentang klimaks spesial jurnal kali ini. Kalau ada di antara Sahabat yang ingin ngobrol soal pengalaman maju akreditasi jurnal online, silakan mampir ke redaksi, ya. 😉

Well, then, karena hari sudah jauh malam, saya tutup dengan doa, semoga tulisan ini bermanfaat. Aamiin. Nite, Pals. 🙂

1 Comment

  1. Nasirullah Sitam

    24/07/2017 at 1:37 pm

    Nambah lagi jurnal yang terakreditasi. Punyaku masih burang (antara hidup & mati) 🙁

Leave a Reply