Sejenak Bersama Nunung Nurlaela

Halo, Sahabat! Jumpa lagi dengan #NgrasaniBlogger setelah sekian lama saya vakum ngrasani #eh. Nah, untuk postingan bulan Juli 2017 ini bahasan Ngrasani Blogger jatuh kepada sebuah nama, yaitu Nunung Nurlaela.

Siapa yang belum kenal sosok mak Nunung? Yuk, ikuti saya ngrasani Bu Dosen satu ini! 😉

Mak Nung, begitu saya menyapa perempuan asal Cirebon ini. Liku hidup membawa beliau berjumpa suami, hingga pada akhirnya keluarga beliau menetap di Jogja. Seperti yang sudah saya singgung di awal tadi, Mak Nung berprofesi sebagai dosen di sebuah perguruan tinggi swasta Islam yang berlokasi di Bangunjiwo, Kasihan, Bantul.

Halal bi halal Blogger Cantik tahun 2014 lalu adalah kesempatan pertama kalinya saya jumpa dengan Mak Nung. Seingat saya, waktu itu acara kami sangat ramai dan kompak, apalagi dilengkapi dengan dress code serba biru dan kacamata hitam. Aww, berasa emak-emak metal! 😆

halal bi halal KEB Jogja-Jateng 2014
biru, seru dan, … metal #eh (foto oleh Ika Koentjoro)

Setelah pertemuan itu, untuk pertama kalinya pula saya menyambangi blog Mak Nung. Kala itu blog beliau  beralamat di http:// www.ummunawazimblogspot.com/. E tapi, jangan buru-buru klik url ini, ya. Blog beliau yang gratisan sudah tidak dapat dijangkau, sama seperti blog utama gratisan saya yang sebelumnya. 😆  Terus, ke mana dong kita bisa nyambang? Saat ini blog Mak Nung beralamat di http://nunungnurlaela.com/.

Jadi sudah siap meluncur ke blog Mak Nung? Yuk, berangkat! 😀

***

 

Ummu Nawazim: Belajar dan Berbagi dalam Kebaikan

Ummu Nawazim, begitu dua kata yang terpampang jelas di header blog Mak Nung. Di bawahnya, terpampang pula tagline blog, “Belajar Tiada Akhir, Fastabaqul Khairat (=berlomba-lomba dalam kebaikan) Mengumpulkan Semangat dan Impian yang Terserak”. Belajar dan berbagi dalam kebaikan, saya suka dengan prinsip Mak Nung yang tertuang dalam tagline tersebut; menggambarkan dengan baik bagaimana sikap hidup beliau sebagai seorang muslimah, ibu, dan pendidik.

O ya, bicara soal belajar, ada sebuah blogpost yang menarik perhatian saya: Belajar dari Negeri Para Mullah. Tulisan Prof. Dr. Fahmi Amhar tersebut boleh jadi sangat membekas di benak Mak Nung, sampai-sampai di-republished. Dari kalimat-kalimat renyah yang tertuang di situ, saya seolah diajak menjelajah tanah Iran. Kisah tentang suatu tempat yang belum pernah saya singgahi memang mengasyikkan untuk disimak. … dan karena tergelitik dengan tulisan tersebut, saya sampai googling dan mampir ke official blog Prof. Fahmi Amhar. #efekkepo

Anyway, terima kasih, Mak Nung sudah membuat saya sebegitu kepo. 😆

***

 

Menulis di Media Cetak, Blog, dan Buku

Fyi, Mak Nung tidak hanya menulis blog, lho, Sahabat. Beliau juga aktif menulis di media cetak dan buku. Menurut pengakuan beliau, semenjak akhir tahun 2012, beliau aktif mengikuti kegiatan komunitas menulis; ditambah dengan kegiatan nge-blog mulai awal tahun 2013. Meski pada awalnya niat Mak Nung nge-blog sekadar untuk curhat dan mendokumentasikan tulisan beliau yang dimuat di media cetak, lambat laun blog tersebut telah memuat beberapa kali tulisan bersponsor, dan memiliki domain sendiri.

Sampai saat ini Mak Nung telah menelurkan beberapa karya antologi serta karya tunggal. Salah satu di antaranya berjudul Pondok Mertua Indah. Buku ini merupakan karya buku tunggal pertama Mak Nung. Saya berharap suatu hari bisa membaca karya beliau ini, terpikat dengan kalimat ”101 Cara Hidup Bahagia Bersama Mertua”nya; iya, mumpung belum menikah. 😉 E tapi, ngomong-ngomong masih ada stoknya gak ya di toko buku? Hmm … sepertinya harus tanya Mak Nung langsung, deh.

Pondok Mertua Indah, buku tunggal pertama Nunung Nurlaela

***

 

Lima Orang Buah Hati

Lima? Ya, Mak Nung memiliki lima orang buah hati. Well, fakta tersebut memantik rasa penasaran lain di benak saya, “Bagaimana cara Mak Nunung mengasuh putra-putrinya, ya?”

Nunung Nurlaela dan keluarga (credit: IG Nunung Nurlaela)

Setelah browsing sana-sini, pencarian saya menemui hasil. Dalam blogpost berjudul Pemberian Nutrisi dan Latihan yang Tepat, Tingkatkan Konsentrasi Anak, Mak Nung mengupas dengan detail asupan dan stimulus apa saja yang beliau beri kepada anak. MasyaAllah, saya harus banyak belajar dari Mak Nung, salah satu amazing mommie-nya Blogger Cantik Jogja.

Di tulisan-tulisan lain berlabel Polah Anak, saya menemukan banyak tulisan Mak Nung tentang keseharian beliau mengasuh putra-putrinya. Saya sampai nyengir lebar melulu di depan laptop karena  begitu menikmati kisah Mak Nung tentang putra-putri beliau. Anak-anak yaa.. seperti apa polahnya tetap saja menggemaskan. 😀

Doa saya, semoga kelima buah hati Mak Nung tumbuh sehat, bahagia dan kelak menjadi insan bermanfaat bagi agama dan sesamanya. Aamiin.

***

Sampai di sini, sudah puaskah berkenalan dengan Mak Nung?

Ingin saya sih membahas lebih panjang lagi, ya, biar Sahabat lebih kenal dengan Mak Nung. Sayangnya, tangan saya sedang butuh istirahat ekstra karena minggu ini redaksi sedang peak season bulan Juli. 🙁 Jadi, mohon maaf, saya cukupkan sekian dulu postingan kali kali ini. Jangan lupa mampir dan/atau follow blog daMak Nung untuk mengetahui update blogpost selanjutnya, ya.

At last, sampai jumpa di #NgrasaniBlogger berikutnya. Have a nice weekend, Pals. 😀

6 Comments

  1. rainhanifa

    16/07/2017 at 1:48 pm

    Salam kenal, mbak!
    Wah, mbak Nunung ini aktif banget ngeblognya. Nggak cuma sekedar nulis, tapi banyak membagi ilmunya 🙂

    1. Phie

      18/07/2017 at 5:34 pm

      Halo, Hanifa! 🙂
      Salam kenal kembali, ya. Iya, tuh, mbak Nunung memang aktif. Jangan lupa mampir ke blognya. 😀

  2. Nunung Nurlaela

    16/07/2017 at 6:30 pm

    Bukunya aku dah gak punya stok…di tokbuk kayaknya udah masuk yg cuci gudang, deh. Doakan nanti bisa cetak ulang, ya!

    Btw, sukaa tulisannya…renyah dan penuh semangat (nyemangatin aku nulis lagi, hehe) Makasih, ya 😍

    *bukunya ntr klo nemu aku kabarin, deh 😊

  3. Jalan-Jalan KeNai

    21/07/2017 at 9:22 pm

    Hebat ya Mbak Nunung. Produktif banget 🙂

  4. Yati Rachmat

    28/07/2017 at 10:59 pm

    Phie, lama banget ya kita gak ketemu. Kapan ke Jakarta. Seperti ini kali pertama bunda berkunjung ke blognya Phie. Ih, so terlalu si bunda gak pernah nyambangin anaknya sekalipun di blog doank. Salam manis dari Pamulang, Phie. Bunda juga mau meluncur ke blognya Nunung Nurlaila deh.

  5. Akhmad Muhaimin Azzet

    07/08/2017 at 8:51 pm

    Waaah, berkunjung kemari jadi tambah teman saya ini, Mbak, baru saja saya berkunjung ke blognya Mbak Nunung dan disuguhi bistik ayam rumahan yang luar biasa.

Leave a Reply