Si Merah dan Dua Dasawarsa Kami

Saya sering memberi nama barang-barang pribadi dengan warnanya, termasuk si Merah: mushaf pertama saya. Tak terasa tahun ini Merah telah bersama saya selama 20 tahun. Angka yang tidak pernah saya duga jauh sebelumnya ketika saya meminta Ibu membelikan mushaf di sebuah lapak buku di Pasar Pakem. Entah, tidak ada angin pun hujan, kala itu pandangan

Happy Eid Mubarak 1436 H

Akhirnya, berpisah dengan Ramadhan lagi. 😥 Tetap saja sedih, meski aktivitas saya selama Ramadhan dan awal Syawal kemarin tidak begitu bervariasi. Bukan monoton, lebih seperti rutinitas tahunan yang tidak jauh berbeda dengan orang-orang kebanyakan. Bisa jadi itulah yang membuat saya malas untuk mendokumentasikannya secara detail satu per satu, hehehe. *minta dipentung* 😛 Yang jelas, masih

Gara-gara "Cin Cin Pon Pon"

Dua orang pertama yang tahu saya berbakat menyanyi adalah Ibu dan Bapak (alm.). Menurut cerita Ibu, saya mulai suka ber-mumbling song (baca: nyanyi-nyanyi ga jelas sesuka hati) sejak usia 3 tahun. Parahnya, kebiasaan saya akan mencapai puncaknya di hari tertentu (seingat saya hari Ahad) mulai pukul 16.00 s.d. 17.00. 😆 Mengapa bisa begitu? Apakah ber-mumbling