Surya Wilis Bumi Dewata (I)

Menatap lembayung di langit Bali dan kusadari betapa berharga kenanganmu Di kala jiwaku tak terbatas bebas berandai mengulang waktu Hingga masih bisa kuraih dirimu Sosok yang mengisi kehampaan kalbuku Bilakah diriku berucap maaf Masa yang tlah kuingkari dan meninggalkanmu Oh, Cinta Teman yang terhanyut arus waktu mekar mendewasa Masih kusimpan suara tawa kita Kembalilah sahabat

INPRES di Suatu Masa

Siang telah beranjak, tapi mentari masih terik. Kulajukan roda-roda kuda besiku melewati bangunan bertembok tebal dengan beberapa pohon kiara payung di sudutnya. SDN Candi Rejo, jelas terbaca olehku. Tak pelak, terngiang pula sekian banyak kenangan manis masa kecilku. Tentang sekolah yang kadang menggoreskan sejumput rindu di hati. Entah, harus memulakan dari mana. Yang jelas, aku

Hadiah untuk Klanduhan

Klanduhanku Sayang, Klanduhanku Malang Pagi di bulan Desember. Mentari telah beranjak dari peraduannya. Tergesa, kuturuni tebing barat kali. Hosh.. hosh.. Jalanan curam menurun terpaksa membuat kedua kakiku setengah berlari. Tak ada 3 menit aku pun sampai di bibir kali. Ya, Kali Klanduhan. Kali berair jernih yang lekat dengan masa kecilku. Kali yang mengajariku bagaimana asyiknya