Bicara tentang Indonesia, kita akan kembali mengingat istilah “Zamrud Khatulistiwa” berikut sekian banyak karunia Tuhan Yang Maha Esa atas kehidupan dan alam selaksa surga. Koes Plus dalam lagunya pun tak luput menyatakan,
Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat, batu, dan kayu jadi tanaman
Seperti itulah Indonesia. Saking kayanya, bahkan batu dan kayu pun jadi aset berharga. Namun, seiring dengan perkembangan zaman dan meningkatnya populasi serta kepentingan manusia, tak jarang kekayaan tinggal kekayaan.. Hendak lestari atau tidak, semua kembali pada manusia yang mempergunakannya. Kadangkala ketika manusia telah gelap mata, apa pun dipergunakan untuk mendapatkan apa-apa yang diinginkan, termasuk mengeruk kekayaan alam demi memenuhi pundi-pundi sekelompok orang.
Sungguh amat disayangkan bila menilik hal-hal yang terjadi di luar sana. Kepentingan manusia lebih sering diutamakan dibanding kepentingan makhluk lain. Padahal kalau kita mau menilik lebih dekat, kehidupan yang seimbang dan harmonis justru bukan karena hanya manusia yang sejahtera, tetapi makhluk lain di sekitarnya juga bisa hidup damai berdampingan. Pernyataan ini tentunya mengingatkan kita pada nasib salah satu hewan asli Indonesia, orangutan.

Orangutan e-card oleh WWF
Borneo dan Sumatra, di sana habitat asli mamalia bermarga Pongo ini. Kepentingan manusialah yang menggusur kehidupan orangutan. Saya bukan bermaksud memprovokasi, tetapi fakta di lapangan menunjukkan adanya “ketidakadilan” manusia terhadap kelangsungan hidup orangutan. Alih fungsi hutan menjadi perkebunan sawit, salah satu contoh aktivitas manusia ini paling banyak disoroti sebagai pencetus menipisnya populasi orangutan di habitat aslinya.
Orang bilang bisnis sawit memang menjadi primadona. Hitung saja berapa banyak produk di sekitar kita yang menggunakan minyak sawit dan asam palmitat. Namun demikian, bukan berarti bisnis ini lepas dari kontroversi. Apalagi berkaitan dengan upaya konservasi hewan liar, terutama orangutan. Beberapa kali isu ini diangkat menjadi pokok pembahasan situs www.mongabay.co.id; sebuah situs berbahasa Indonesia yang menyediakan informasi tentang isu-isu lingkungan di tanah air.
Salah satu berita dari situs ini yang menarik perhatian saya adalah tentang penggunaan produk sawit RSPO alias Rountable on Sustainable Palm Oil. Memilih produk olahan yang bersertifikat RSPO seperti camilan atau produk rumah tangga lain akan sangat membantu penyelamatan orangutan. Hal ini seperti yang telah dipublikasikan oleh situs kebun binatang di Colorado, Amerika Serikat.
Dalam rangka peringatan Halloween, pihak Cheyenne Mountain Zoo mengingatkan bahwa semestinya kita lebih peduli pada penyelamatan orangutan dengan memilih produk camilan dan gula-gula hanya dari perusahaaan yang telah menjadi anggota RSPO. Contohnya? Nestle, Kellogg’s, Nabisco, Kraft Foods, Mars, dsb. Masih ada beberapa perusahaan lain yang direkomendasikan. Setelah saya melakukan penelusuran ke situs cmzoo.org, ternyata saya menemukan juga daftar belanja kebutuhan sehari-hari. Daftar belanja tersebut berisi nama produk berikut nama perusahaan yang telah tergabung dalam RSPO.
Hei.. beberapa kali sudah kita menyebut RSPO. Lalu apa sebenarnya RSPO itu?
Secara ringkas, istilah RSPO digunakan untuk menyebut perusahaan sawit yang telah lulus uji sertifikasi dalam menerapkan konsep budidaya berkelanjutan, ramah lingkungan pada pengelolaan perkebunan mulai dari hulu hingga hilir, serta yang terpenting tidak merusak habitat asli hewan liar dilindungi, dalam hal ini orangutan, dalam kurun waktu yang tak terbatas. Tidak hanya setahun/dua tahun saja, tetapi selamanya. Inilah yang dinamakan konsep sustainable alias berkelanjutan. Secara ringkas kita bisa mencermatinya dalam video Cheyenne Mountain Zoo berikut ini.
Yuuk, kita bantu penyelamatan orangutan. Kalau bukan kita yang mau peduli, siapa lagi? 😉 Salam lestari!!
Wah infonya bagus mba, jadi tauu produk mana yg gak merusak hutan dan habitatnya.
Ayooo, Mbak kita sebarkan info ini. Sederhana dan bisa bantu penyelamatan orangutan. Tiga hal yang ada di video itu juga perlu dicermati. Yuuk! 😉
Bermanfaat sekali, Mbak. Dengan memilih produk yang bersertifikat RSPO kita juga bisa ikut peduli menyelamatkan orangutan, thanks infonya.
Menarik mbak, tapi saya blm bisa liat videonya..
Coba sempatkan untuk mencermati videonya. Ada 3 hal yang bisa kita lakukan untuk menindaklanjuti bantuan terhadap penyelamatan orangutan, cheers! 😀
Bermanfaat sekali, Mbak. Denganmemilih produk yang bersertifikat RSPO kita juga bisaikut peduli menyelamatkan orangutan, thanks infonya.
Terima kasih, Novi 🙂
Kita sama-sama ikut peduli ya.
ijin share ya mbak.. 🙂
oke, silakan 🙂
Wah…, mesti kudu milih yang RSPO neh….
Semoga keserakahan manusia segera bisa dikurangi, bahkan dihentikan. Sebab, kita hidup tidak sendiri di bumi ini
Yuuk, Pak kita sama2 mendukung RSPO, biar alam kita lestari 🙂
salam lestari,,
kunjungan balik,, 🙂
Yak, salam lestari!! Terima kasih telah sudi mampir 🙂
sama-sama,,
asapnya agak penuh di sini,, 🙂
aduh nanti saya pulang ke rumah langsung ngecek minyak goreng yang dipakai emak masak. duh.
🙂