Fase keenam Blogger Hibah Sejuta Buku (BHSB) akan segera dijelang. Ya, teman-teman BHSB memang sedang bersiap menjelang fase keenam. Untuk seorang volunteer, itu sebuah berita menggembirakan. Meski saya belum lama bergabung menjadi volunteer (baca: volunteer baru jadi), rasanya begitu melegakan jika mengetahui apa yang sejauh ini telah diperjuangkan akan tetap berlanjut dan terus menerus begitu.
O ya, tadi saya mengatakan volunteer baru jadi. Mengapa demikian? Ini hanya istilah saya, tapi seperti inilah ceritanya ….
Tahun lalu (2012) sekitar bulan September, tiba-tiba saja saya berkenalan dengan mbak Anazkia. Kami tergabung di sebuah komunitas lain bernama Warung Blogger (WB). Warga WB kala itu sedang ramai menghujani sebuah foto kopdar SiDara Maharani dengan komentar, termasuk mbak Anazkia. Setelah berbalasan komentar seru, friend request saya disambut dan sebuah pesan masuk di notifikasi: mbak Anaz! Saya ingat benar pertama kalinya kami membuka pembicaraan via inbox FB, 25 September 2012. Saya sendiri kurang tahu pasti, awalnya memang hanya mengatakan hendak bertandang ke Jogja dan ingin kopdar.
Perkenalan kami membawa saya berkunjung (lagi) ke rumah maya mbak Anaz. Astaga! Saya baru ingat, saya pernah meninggalkan jejak di situ, di sebuah postingan Blogger Hibah Sejuta Buku Fase Keempat [Aceh]. Dari sana saya jadi lebih tahu bahwa perempuan yang pernah menjadi seorang tenaga kerja wanita di Malaysia ini adalah koordinator utama BHSB. Mengkoordinasi kegiatan dari luar negeri? Hebat!! Saya salut dengan idealismenya. Orang lain yang posisinya lebih tinggi dari mbak Anaz, mungkin tak terlalu banyak yang mau menengok hal-hal semacam ini. Namun, saya yakin, dengan dukungan kerja sama tim, agenda BHSB akan tetap berlanjut.
Lalu, sesuatu yang tak saya sangka terjadi!
1 November 2012. Tiba-tiba saja sebuah permintaan meluncur dari mbak Anaz via inbox FB. Ia meminta saya meng-handle urusan koordinasi pengumpulkan buku di wilayah Jogja dan sekitarnya untuk BHSB fase kelima. Kaget dan gagap. Itulah yang saya rasakan kala itu, tapi tetap saya terima. Meski, dalam hati saya heran juga, sebenarnya apa yang membuat ia begitu saja percaya dengan saya dalam hitungan bulan? Sebelumnya, bukankah Jogja sudah ada volunteer (mbak Pipit)? Atau ini karena feeling mbak Anaz? Hehe terlalu banyak tanya dalam hati yang tak semua mendapat jawaban. Ah, sudahlah … mungkin seperti ini cara Gusti Allah mendempul saya.
Namun, rupanya itu belum menjadi satu-satunya hal yang mengejutkan. Kejutan berikutnya? Saya pun ditarik menjadi salah satu admin di grup FB BHSB. Padahal, saya masih sangat baru … volunteer baru jadi. Rasanya kagok, tapi saya mulai membiasakan diri. Blogger kudu sok kenal-sok dekat-sok akrab biar dapat banyak relasi. 😆
Di grup BHSB, saya belajar banyak hal, terutama berkoordinasi via dunia maya. Maklumlah, posisi admin dan volunteer berbeda kota. Satu-satunya cara komunikasi berjamaah ya dengan menggunakan sosmed (FB atau twitter), lebih sering FB sih juga via e-mail.
Pernah juga, selama fase kelima berjalan, dua kali saya diminta mewakili BHSB untuk bicara di media. Yang pertama bulan Januari 2013. Waktu itu mbak Anaz mengirim e-mail kepada saya dan dua orang lain (mas Tri dan mbak Lutfi Retno). Ada agenda yang telah ia bicarakan dengan pihak Radio Buku, sebuah radio komunitas di daerah Alun-alun selatan, Jogja. Karena mbak Anaz tidak bisa datang ke Jogja, maka diutuslah tiga orang mewakili BHSB. Satu dari ‘sesepuh’, satu dari volunteer, satu dari donatur. Padahal, ASLI, saya belum kenal baik dengan mas Tri dan mbak Lutfi. *njur piye jal nasib volunteer baru jadi ini?
Kikuk, tapi saya paksakan saja. Kalau gak seperti ini, kapan lagi saya mengusir sifat pemalu (pada orang baru dikenal) yang kadang terlalu? Maka, jadilah wawancara tersebut berlangsung dan …. ini dia link #23Tweet BHSB di Radio Buku.
Radio Buku : #23Tweets Komunitas Blogger Sejuta Buku @HibahBuku http://t.co/TUPMXjq3 via @radiobuku
— Palupi Jatuasri (@phijatuasri) January 22, 2013
Kaget di depan media yang kedua kalinya terjadi di akhir bulan Februari 2013. Setelah beberapa waktu sebelumnya admin akun twitter BHSB @HibahBuku me-mention saya, ada seorang wartawan Radar Jogja yang mengirim DM. Katanya mau menemui saya di hari libur. Saya pikir—seperti donatur yang sudah-sudah (hendak menghibahkan bukunya untuk BHSB); ternyata …. 😯 Sahabat bisa membaca pengalaman tersebut di tulisan berikut ini.
Ya, hidup kadang ada saja kejutannya. Kalau kata iklan, “Life is never flat.” Mau mendatar, naik, atau menurun; biar saya nikmati semuanya. Sekalipun tetap saja ada sebuah pertanyaan dari Heditia Damanik, si wartawan, yang sampai detik ini sering terngiang dalam benak. Waktu itu ia bertanya,
“Kenapa sih, Mbak Palupi mau jadi relawan?”
Hanya sebuah senyuman yang bisa saya beri, sebuah ekspresi untuk menutupi kebingungan, sembari bertanya-tanya sendiri. Lalu,
“Apa ya? Hmm …, saya suka mengikuti kata hati.”
Sebuah jawaban yang sama sekali belum bisa dibandingkan dengan apa yang telah dilakukan oleh volunteer BHSB lain. Saya masih kroco, volunteer baru jadi kemarin sore. Masih banyak yang harus saya lakukan agar waktu saya di dunia ini tidak hanya terbuang untuk aktivitas yang sia-sia. Masih banyak yang harus saya lakukan untuk sesama agar cukup nantinya untuk bekal pulang. Ah, siapa yang bakal tahu esok saya masih sempat atau tidak melakukan hal ini. Selagi saya mendapat kesempatan baik, saya ingin melakukan yang terbaik semampu saya. Itu terdengar idealis ya? Terserah …. 😆 Saya masih ingin melihat banyak keceriaan seperti di video berikut ini. 
[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=YofGdI5kRRU&w=480&h=360]
Ah, ya, semoga semangat itu takkan pernah putus oleh apapun. Satu hal lagi, tahun ini fase keenam BHSB akan berlanjut dan saya masih senang membantu untuk wilayah Jogja dan sekitarnya. Jika ada Sahabat yang ingin berpartisipasi menghibahkan sebagian buku, mohon tunggu sejenak. InsyaAllah, nanti Sahabat akan saya kabari perkembangannya setelah komandan menurunkan perintah, oke?
Sekian celoteh gak jelas ini. Selamat menikmati libur Tahun Baru Hijriah, 1 Muharam 1435 H. Semoga keberkahan terlimpah untuk kita semua tahun ini. Aamiin. 😉
semoga tetap semangat dalam berbagi dan membantu sesama, Allah akan membalasnya kelak.. 🙂
Aamiin, insyaAllah tetap semangat, Bang 🙂
Ternyata sadar gak sadar saya bisa jadi propokator tak bertanggung jawab huhuhuhu…
Makasih atas segala bantuannya ya, Mbak Phie.
hehehe tenang saja, Mbak Anaz, sejauh yang dipropokatori gak keberatan sih… hayuuk aja 😀
kembali kasih, Mbak Anaz. sama-sama berusaha untuk BHSB 🙂 terima kasih juga saya sudah diajak untuk mengenal dunia baru yang jauh lebih luas ketimbang Jogja, Jogja, dan Jogja. 🙂
semangat terus ya dengan BHSBnya. Selamat tahun baru Phie
terima kasih 🙂
selamat tahun baru juga untuk Teh Lidya 😀