Halo, Sahabat! Lama saya gak bagi cerita soal kebun. Hari ini saya akan meng-update info seputar kemajuan kebun Buphielonia. Setelah project pertama vertikultur sederhana yang memang kudu diatur ulang, hehehe, saya meneruskan dengan membuat mini nursery dan greenhouse untuk ubi jalar dan jeruk nipis.
Mini nursery? Iya, soalnya memang mungil seperti empunya. 😆 Lagipula, biji dan umbi yang saya pakai memang dalam skala rumahan. InsyaAllah, cukup untuk digunakan untuk cadangan kalau-kalau saya ingin ngramban jlegor (jlegor = daun ubi jalar).
Bagaimana ceritanya sampai saya terpikir untuk membuat mini nursery ini?
Jadi, waktu itu saya dolan ke Pasar Gentan dan menemukan beberapa ubi jalar yang mulai bertunas, saya langsung minta sama penjualnya. Alhamdulillah, dikasih harga miring plus bonus ekstra ubi. Begitu sampai di rumah, si ubi langsung saya cuci bersih, dikeringkan. Untuk selanjutnya ditusuk dengan tusuk sate dan ditata sedemikian rupa di atas cup plastik. Tenang, itu cup bekas yang saya kumpulkan, gak pakai bayar alias geratis! Hihihi 😆
O ya, jangan lupa untuk memberi cup-cup tersebut air. Tiap hari dicek, mana tahu sudah keruh dan harus diganti. Tunggu saja apa yang terjadi setiap hari. Rasanya begitu ajaib bisa melihat mereka bertunas dan tumbuh tinggi. Welcome to the green world, Dear! 😆
Nah, terus itu biji jeruk nipis buat apa?
Kami belum punya pohon jeruk nipis di kebun; padahal tiap pagi minum air jeruk nipis peras. Daripada bijinya dibuang, lebih baik dimanfaatkan. Hitung-hitung buat investasi beberapa tahun ke depan. Ya, meskipun harganya hanya Rp9.000,00 per setengah kilo, masa mau selamanya beli jeruk nipis, sih? Kalau bisa panen dari kebun sendiri, kenapa gak? 😀 😀
Lagipula cara membenihkannya juga mudah. Saya perlu menyiapkan tisu makan (untuk bantalan biji), cawan plastik, dan mangkuk transparan (untuk sungkup).
Yang perlu diperhatikan, sebelum disemai, biji jeruk lebih dulu dibersihkan dari lapisan lendir lalu dikupas kulit luarnya. Kalau gak, bisa lamaaaa sekali keluar tunasnya. Maklumlah, dia ini termasuk golongan tanaman tahunan. Rata-rata biji dari tanaman tahunan memang punya kulit pelindung. Supaya masa tunggu tunas lebih singkat, kulit luarnya perlu dikupas.
Kalau sudah? Tata bantalan tisu makan sedemikian rupa. Sesuaikan dengan luasan mangkuk sungkup. Basahi tisu dengan air hingga lembap. Tata biji jeruk dengan rapi, pastikan ada jarak aman antara biji satu dengan yang lain, ya. 😉 Terakhir, sungkup dengan mangkuk transparan.
Nah, setelah mini nursery dan greenhouse ini jadi, bukan berarti pekerjaan selesai. Kita perlu membawanya keluar rumah supaya terkena sinar matahari. Hmm, tapi misal tidak memungkinkan, bisa menggunakan sinar lampu.
Well then, sekian update info dari kebun Buphielonia. Semoga bermanfaat. 😀


Waaaah lucu banget. Barutau caranya, bisa untuk mainan untuk menghibur hati yang luka nih. Hihihiii
Hayooo, dicoba, Mbak. Gampang ini caranya 😀