Kartu Pos Pertama dari Eropa

Belum juga sempat membaca 99 Cahaya di Langit Eropa, saya sudah kedatangan sebuah kartu pos dari daratan Eropa. Alhamdulillah. 🙂

Tepatnya minggu lalu, sepulang kantor saya melihat selembar kertas di atas laptop. Saat saya periksa, ternyata kartu pos itu dari seorang sahabat blogger yang saat ini menetap di Niedersachsen, salah satu negara bagian Jerman yang terletak di sebelah barat laut.

kartu pos dari Ely Meyer

Jadi, siapakah si pengirim kartu pos bernuansa biru di atas? 

Nama beliau Ely Meyer, empu blog Dunia Ely. Mbak Ely—begitu saya menyapa beliau—adalah perempuan Jawa yang bersuamikan orang Jerman. Mbak Ely sering berkisah tentang Desa Dongeng, tempat keluarga beliau tinggal.

secuplik dari duniaely
salah satu foto di postingan mbak Ely Meyer

Beberapa kali saya main ke blog Dunia Ely, saya sukses mupeng melihat kebun sayurannya; foto-foto yang khas Jerman; kisah-kisahnya soal bersepeda; juga suasana yang lain dari suasana di Indonesia. Ya iyalah, negara dua musim, jelas beda atuh dengan negara empat musim. 😛

Ah, Jerman … kapan ya saya bisa ke sana? *mengkhayal* 😀

O ya, saat saya membaca isi kartu pos, tanpa sadar saya menggumam.

“Ini lho kalau namanya orang Jawa tulen. Mau sudah lama tinggal di luar negeri juga bahasa Jawa-nya mlipis

Benar. Kalimat yang ditulis mbak Ely adalah bahasa Jawa krama. Untuk ukuran saya, dibasani begini bikin rada kikuk, hehehe.

Sebelum kartu pos tersebut sampai di rumah, sekira bulan November 2015, mbak Ely sempat menghubungi saya via DM twitter. Kami ngobrol panjang lebar. Meski harus menunggu jawaban sedikit lebih lama (karena perbedaan waktu), tapi itu tak jadi soal.

Ngomong-ngomong, ada beberapa tempat yang tergambar di kartu pos: Luftperspektive, Timmendorfer Platz, Badestrand, Abendstimmung, Fußgängerzone, Sealife-Centre, Trinkkurhalle, dan Rathaus. Kalau dari gambarnya sih kebanyakan pemandangan pantai, tapi, daripada saya makin penasaran, lebih baik saya googling.

*eng ing eng*

Ternyata bingung juga saya. *duuh! Tapi, gak kurang akal, saya tanya saja kepada adik sepupu yang saat ini sedang AuPair dan tinggal bersama sebuah keluarga di Bonn. Obrolan kami mendadak seperti orang sedang main tebak-tebakan. 😆

tebak-tebakan kata dalam bahasa Jerman

*ngakak*

Well, jangan tanya lagi bagaimana perasaan saya saat menerima tanda mata dari Deutschland. Senang, itu sudah pasti. Matur nuwun estu, Mbak Ely Meyer. 🙂

9 thoughts on “Kartu Pos Pertama dari Eropa

  1. asyik ya dapat kartu pos apalagi gambarnay pemandangan. jaman dulu aku suka tukar-tukaran kartu pos bergambar dg sahabat penaku

  2. Saya baca postingan ini kok jadi senyum senyum sendiri ya mbak Phie 😀

    Saya kira nggak sampai mbak kartu posnya, Alhamdulilah akhirnya sampai, soalnya nulisnya bisa dikatakan sebulan karena keadaan saya saat itu nggak memungkinkan karena sedang berusaha sehat kembali.

    Mlipis? 😀 menulis Jawa bikin hati happy mbak, saya masih harus banyak belajar karena di sini jarang dipraktekkan.

    Terima kasih banyak postingan dan linknya ya mbak 🙂

    1. Iya, Mbak Ely.. apa lagi saya kalau ingat pas ngobrol sama adik sepupu itu, ketawanya gak berhenti-berhenti 😆
      Iya, lumayan lama juga sampainya, Mbak. Mbak Ely nulisnya Desember 2015, sampai Jogja baru Februari 2016 (((setahun))) hihihi. Oh, Mbak Ely sedang gak fit ternyata.. Semoga lekas pulih dan tetap sehat dan sepedaan, motret-motret seperti biasa. Aamiin.

      Mlipis, sih, menurut saya. Lha saya gak begitu bisa berbahasa Jawa *dikeplak simbah* :mrgreen:

      Sami-sami, ya, Mbak El. 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *