Hari masih pagi saat kulihat Pak Tyo mondar-mandir. Kebingungan, sepertinya. Entahlah, untuk alasan apa hingga beliau tak biasa-biasanya seperti itu. Hmm, maaf saja ya aku bukan tipe orang yang suka mencampuri urusan orang lain, apalagi hal-hal yang sifatnya pribadi. Kecuali… “Ndhuk..!” Akhirnya beliau bersuara, membuka pembicaraan denganku yang sedari pagi telah asyik memencet-mencet keyboard komputer