Baca puisi? Iya, ini tentu menjadi semacam nostalgia. Hmm, dulu saat saya duduk di bangku SD Inpres Candirejo, beberapa kali saya mewakili sekolah untuk lomba baca puisi; pernah juga mengikuti lomba baca puisi di tingkat kampung, biasalah lomba 17-an. 😉 Setelah melewati masa-masa itu, di SMP level saya hanya mampu bertahan di skala sekolah (baca:
Tag: Guru & Sesepuh in Memorium
Guru & Sesepuh in Memorium (behind the scene)
Hari masih pagi saat kulihat Pak Tyo mondar-mandir. Kebingungan, sepertinya. Entahlah, untuk alasan apa hingga beliau tak biasa-biasanya seperti itu. Hmm, maaf saja ya aku bukan tipe orang yang suka mencampuri urusan orang lain, apalagi hal-hal yang sifatnya pribadi. Kecuali… “Ndhuk..!” Akhirnya beliau bersuara, membuka pembicaraan denganku yang sedari pagi telah asyik memencet-mencet keyboard komputer