Puisi Cinta Saya Terpilih?

Sebelumnya, biarkan saya bertanya-tanya pada diri sendiri.

“Hm, Phie.. semalam kau mimpi apa?”

Mimpi apa  ya? Semalam saya tidur terlambat karena berusaha menyelesaikan tulisan untuk diikutsertakan di giveaway-nya kang Achoey (yang ternyata diperpanjang hingga tanggal 7 November 2012 :mrgreen: *yuuk ikutan!*) . Pagi tadi saya terpaksa tidak berangkat mengajar privat jam ke nol karena kunci si Ezy terselip entah di mana. Sibuk dicari-cari hingga pk. 05.30-an tidak ketemu juga. Akhirnya mengalah untuk (lagi-lagi) mengajukan permohonan izin dan maaf yang sebesar-besarnya. *duuh!* Berangkat ke ruang redaksi pun sedikit lebih lambat dan tanpa sarapan. Sarapan yang disiapkan ibu akhirnya saya bawa sebgai bekal makan siang. Lalu, sarapannya? Akhirnya boleh beli di sebuah toko 24 jam dalam perjalanan ke kantor.

*STOP press: sejauh ini tidak ada yang aneh ah!  😆

Siang tadi saat saya sedang sibuk mengutak-atik data untuk persiapan mengunggah abstrak artikel jurnal online (masih dengan online facebook dan twitter sebagai sambilan tentunya hehe :mrgreen: ), tiba-tiba roman wajah serius saya bubar oleh sebuah senyum lebar! *aiih!* Saya suka sekali tersenyum lebar seperti ini => :mrgreen: <=

Bukan tanpa alasan. Memangnya? Iya, saya bisa (tiba-tiba) berubah ekspresi seperti itu kan juga tentu ada penyebabnya. Mau tahu apa? Klik sebelah sini ya 😀

Sebuah message masuk ke inbox facebook. Ketika saya tengok, rupanya tidak ada sedikitpun ucapan salam, atau kalimat lain. Tahu-tahu ada sebuah lampiran gambar tertera di sana dengan pengirim “Lissa Alissa” Bukan teman saya juga.. tapi, setelah saya cermati.. saya baru ingat kalau saya pernah mengirimkan sebuah puisi dalam acara “Undangan Menulis Puisi tentang Cinta” yang digelar oleh Lissa Alissa. Sebuah pusi berjudul “Di Sudut Rindu”, aah.. iya! Setelah saya tilik di sini, BENAR! Puisi saya terpilih (nomor 29) sebagai salah satu dari 43 puisi dalam event ini. Alhamdulillah, senangnya! 😀 Ya, sekalipun nantinya tidak akan ada acara bagi royalti karena kumpulan puisi cinta tersebut rencananya diterbitkan secara indie.. *ya wislah–pasrah :|* tapi… setidaknya saya telah selangkah lebih maju. Sekali lagi Alhamdulillah. Terima kasih, Mbak Alissa. Semoga sertifikat cantik ini akan semakin memompa semangat saya untuk kian tekun menulis, berkarya selagi Gusti Allah memberikan kesempatan baik, insyaAllah.. aamiin 🙂

*dicelotehkan di kaki Merapi–ketika langit membagikan butiran hujan kepada bumi

0 thoughts on “Puisi Cinta Saya Terpilih?

  1. selamat mba phie..motivasi buat aku juga…selalu inget katanya mba phie “ikuti semua event: menulislah, kirim, dan lupakan” 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *