Dibuka dengan bismillah sekaligus alhamdulillah 😀
Sepertinya ada yang sedang bersenang hati? Ya, kedatangan bingkisan dan hadiah lomba blog Hipendis 2012 bertema “Aku dan Sahabat Disabilitasku” kemarin pagi, itulah alasannya. Lepas dari segala masalah yang tengah saya hadapi seminggu ini, yang mengharuskan saya pergi (baca: ngabur) ke luar kota, yang bikin mewek sejadinya 😛 aah…, sudahlah saya tidak ingin membahasnya sekarang. Yang ingin saya bahas adalah saya menang lomba, titik! *weleh, lha kok jadi emosi ya? 😆
Baiklah kita mulai saja. Menurut surat pengantar hadiah dan bingkisan bernomor 041/DM.05/MKAA/01/2012, lomba blog Hipendis 2012 kemarin merupakan salah satu bagian rangkaian acara peringatan Hari Disabilitas Internasional yang diselenggarakan oleh Museum Konperensi Asia Afrika bekerja sama dengan Yayasan Mata Hati Indonesia (YMHI) dan Sahabat Museum Konperensi Asia Afrika (SMKAA). Jadi, apa yang dikirimkan oleh panitia lomba yang bermarkas di Jl. Asia Afrika No. 65 Bandung itu? Taraaa..

WOW.. itu kotak besar nian ya! 😯 Pantas saja ibu saya terlihat tak sabar saat saya pulang sore harinya. Beliau meminta saya untuk segera membukanya. Penasaran nih yee ibuuu.. hahaha rupanya kepo itu menurun, Kawan!
Here we go… Ini dia penampakan hadiah dan bingkisan lomba.

Jadi, isinya apa? Hadiah untuk juara harapan III adalah voucher belanja dari Gramedia sebesar Rp 100.000,00 *alhamdulillah, bisa buat mborong nih 😆 maklumlah, lama ga dolan ke Gramedia*, dan sertifikat pemenang.
Bingkisan yang lain? Semua adalah pernak-pernik khas Museum Konperensi Asia Afrika (MKAA), kecuali satu: dompet HP bergambar seorang gadis kecil. Hmm, memandanginya membuat saya teringat pada Fahma hiks.. 😥 Tapi, sudahlah.. lupakan sejenak tentang Fahma. Souvenir MKAA yang dikirim oleh panitia lumayan banyak lhoo! Mulai dari kalender 2013, topi, sebuah buku berjudul “The Bandung Connection – Konperensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955” karya Dr. H. Roeslan Abdulgani, booklet berisi informasi tentang MKAA, pulpen (2 buah), dan gantungan kunci bergambar Ir. Soekarno-Museum KAA (2 buah).
Syukur alhamdulillah saya bisa terpilih menjadi salah satu pemenang dari 130 tulisan yang ikut serta dalam lomba ini. Akhir kata, semoga sedikit yang saya tulis kemarin bermanfaat bagi siapa pun yang membacanya dan mampu menyematkan lebih banyak lagi semangat serta inspirasi untuk berjuang. Sekali lagi, keterbatasan fisik bukanlah penghalang bagi pak Waluyo, inspirator tulisan “Di Balik Manisnya Madu Hutan Raya“.. dan kalau beliau bisa, mengapa kita tidak? Terima kasih, pak Waluyo. Terima kasih, Museum Konperensi Asia Afrika, Yayasan Mata Hati Indonesia.. Terima kasih, Sahabat Disabilitas.. atas segala inspirasi tiada henti ini.. 🙂
Weeeh, asyiknya dapat hadiah 😀
weeeh, iya, El.. alhamdulillah
wah, barakallah ya mbak…
aamiin.. makasih, Puch 🙂
wah..selamat ya mbak.
sukses terus 😀
terima kasih, Fara 🙂 sukses juga untukmu 🙂
asiiik bisa borong2 buku ya….
iya, Mbak. maunya gitu, cuma belum jadi.. masih sakit ini di rumah hehehe
Selamat ya mbak Phie… banyak juga ya hadiahnyaaa…
Terima kasih, Bunda Niken 🙂
Semoga makin memacu semangat saya menulis, aamiin…
alhmdlh…selamat mba…semoga kita semakin succes…
Terima kasih, Pak. Alhamdulillah. Aamiin. Sukses juga untuk Pak Waluyo 🙂