Kadang Anem IX: Amunisi Baru, Semangat Baru

Satu setengah bulan telah berlalu. Namun, dalam ingatan saya masih jelas tergambar suasana debat calon ketua Kadang Anem IX, organisasi pemuda RW 09 Candi Karang. Setelah di periode kepengurusan sebelumnya terjadi pasang surut, kini disusullah dengan persiapan menyusun kepengurusan baru. Ya, amunisi baru untuk sebuah semangat baru.

Malam itu malam Ahad, 8 Juni 2013. Adalah Teguh dan Ika, kandidat kuat pengurus inti Kadang Anem. Setelah keduanya melalui pendampingan leadership training, mereka pun maju memaparkan visi dan misi ke depan. Bukan untuk main-main tentunya, tetapi untuk mewujudkan sebuah suasana baru di organisasi ini. Sebelumnya perkumpulan pemuda telah mengalami beberapa kali pergantian nama, namun rupanya nama Kadang Anem-lah yang sejak 2003 hingga saat ini lekat di hati kami.

Dalam sebuah status facebook, saya pernah menuliskan betapa bersanding dengan mereka adalah sebuah hal menakjubkan selama saya berada di lingkup Kadang Anem. Betapa tidak, sekitar sewindu lalu mereka masih berseragam merah putih, berlatih paduan suara di teras rumah, dan mendengarkan suara cempreng saya. Ya, biasanya saya kebagian tugas mempersiapkan grup paduan suara untuk pentas tahunan HUT RI bersama beberapa teman pemudi… dan mereka yang duduk bersanding dengan saya malam itu, termasuk kedua kandidat, adalah anggota paduan suara.

Hm, waktu berlalu demikian cepat. Lagi-lagi malam itu, suara cempreng saya kembali terdengar. Bukan untuk mengomando mereka ambil suara seperti kala kami berlatih menyanyi choir; saya dan beberapa anggota mencecar kedua kandidat atas apapun yang telah mereka cita-citakan kelak untuk Kadang Anem. Bukan karena saya tak suka, ini justru sebuah ungkapan perhatian saya sebagai orang yang lebih dulu mengecap seperti apa rasanya berorganisasi. Bukan sebagai senior, saya tak begitu suka dianggap lebih senior karena pada kenyataannya, mereka dan saya, kami semua belajar berorganisasi di Kadang Anem IX.

Ika memaparkan visi-misi
Ika (berkerudung coklat) memaparkan visi-misi

Sedikit cerita, ada kegelisahan yang saya lihat dari Ika. Sebelum pertemuan malam itu, beberapa kali ia mengungkapkan rasa takut dan khawatirnya jika tak mampu mengemban tugas sebagai ketua. Saya katakan padanya,

“Dulu, Mbak juga begitu saat ditunjuk sebagai salah satu kandidat ketua. Panas dingin.. tapi pada akhirnya Mbak gak terpilih. Hanya saja, si ketua terpilih kala itu, berlaku sebagai dewan formatur dan meminta Mbak sebagai sekretaris I. Sama saja, masing-masing punya amanah untuk diemban. Kita semua di sini sama-sama belajar, Dhek. Kalau gak sekarang, kapan lagi?”

Di pertemuan bulan sebelumnya, Mei, saya memang mengatakan kepada forum soal keinginan saya agar kandidat ketua yang maju tidak melulu laki-laki. Saya ingin ada perwakilan dari kubu perempuan! Tak dinyana, saya berhasil mengompori Ika. Ia pun mengajukan diri. Bagus! Saya tahu ia mampu. Sebelum ini Ika dan Teguh telah aktif di gerakan Pramuka kabupaten Sleman. Jadi, organisasi bukanlah barang baru bagi mereka. Boleh dikata, tinggal sedikit lagi memberi polesan, mereka akan menjadi sosok pemimpin muda bagi Kadang Anem… sisanya, biar waktu yang akan memberi sentuhan penyempurna. I do hope so… 🙂

Kembali lagi ke tanggal 8 Juni lalu. Setelah pemaparan visi-misi juga sesi perdebatan antara dua kubu, di puncak acara, pemungutan suara pun dilaksanakan. Dengan cara khas Kadang Anem, pemenang pun diperoleh. Bukan, ini bukan perkara siapa menang, siapa kalah. Siapapun yang menjadi ketua, visi-misi harus ke arah yang lebih baik. Teguh terpilih sebagai ketua baru, dibantu oleh Ika sebagai wakil ketua. Keduanya menjadi pengomando inti Kadang Anem. Malam itu juga kepengurusan diserahterimakan secara simbolik.

serah terima jabatan secara simbolik
serah terima kepengurusan Kadang Anem IX secara simbolik

Satu hal saja, hati saya lega. Lega karena Kadang Anem IX telah menemukan pintu gerbang baru setelah beberapa bulan terakhir terlalu banyak vakum dan stagnan. Hm, ya… awal inilah yang menjadi amunisi baru Kadang Anem, penyulut semangat kami semua. Ya, semoga. Masih ada beberapa PR yang harus dipikirkan untuk membenahi Kadang Anem. Sambil jalan, insyaAllah, akan ada solusinya.

0 thoughts on “Kadang Anem IX: Amunisi Baru, Semangat Baru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *