Selamat Tambah Usia, Perempuan Angin

Sayang, masih ingatkah kau pada pagi pertama yang menyambut tangismu di hari keduapuluh satu bulan ketiga? Bukankah tak terasa telah sebegitu lamanya kau ada di sini, duduk menikmati binar embun pagi? Semoga engkau tak bosan menjaga pagi. Semoga engkau tetap bersemangat menempuh jalan hidupmu. Menjadi perempuan terbaik yang engkau bisa.

Sayang, Gusti Allah telah sebegitu Mahabaik-nya menitipkan engkau kepada sepasang suami-istri yang mau belajar mengerti seperti apa dirimu. Ingatkah engkau kado yang mereka beri kepadamu sejak dalam kandungan dulu? Bapak-Ibumu berjalan jauh hingga ke puncak Plawangan, menyapa Merapi, seperti yang selama beberapa tahun terakhir kau lakukan juga. Bukankah kado itu yang membuat engkau suka menjadi dirimu yang sekarang, Perempuan Angin? Meski kini tinggal seorang yang tinggal di sisimu, Ibu; bukan berarti Bapak, yang telah berpulang, meninggalkan engkau berjuang sendiri. Always remember this, Dear:

His soul and spirit will be with you always. Boleh teringat dan beranjak berdoa. Jangan lagi bersedih.”

Sayang, ingatlah pada semua impian dan harapanmu. Mereka bilang itu ‘personal legend’, sesuatu yang patut diperjuangkan dan disematkan setinggi mungkin. Maka, tinggikanlah langit impianmu, luaskan kesabaran dan ketekunanmu, teguhkan langkah, dan bekerja keraslah. DO it, DO NOT quit.

31 tahun Phie

Pada waktunya nanti engkau akan mengerti mengapa Gusti Allah menempamu sejauh ini. Untuk apa bersedih, Sayang? Bukankah engkau sering meyakinkan mereka bahwa menikmati proses sama pentingnya dengan mencecap hasil? Maka berbahagialah selama menjalani proses panjang ini. Yakin, ini semua akan membuatmu menjadi lebih baik, lebih cantik, kelak.

Cukuplah berbekal agar kelak engkau tak limbung di jalan, Sayang. Pastikan engkau memilih dia yang sejalan denganmu. Kalau pun saat ini kau belum bertemu dengan ia, pastikan engkau tak berhenti berbekal. Berhenti mencemaskan masa lalu. Karena sepahit apapun itu, mereka tertinggal di masa lalumu. Boleh ditengok, bukan untuk disesali. Bersyukurlah, karena mereka juga engkau bisa bertahan hingga detik ini. Lebih kuat, lebih tangguh daripada dulu. Maka tetaplah seperti itu, Sayang, seperti yang selama ini engkau impikan. Selamat berbahagia atas pertambahan usia ini, Perempuan Angin. Semoga rahmat dan keberkahan-Nya selalu beserta dalam selamat, sehat, sejahtera. Aamiin.

Kaki Merapi, 21 Maret 2015, di pagi yang berwarna

Tag ,

0 thoughts on “Selamat Tambah Usia, Perempuan Angin

  1. Non Phie sayang, teteh tau sudah terlambat, sangat terlambat mengucapkan selamat ulang tahun, tapi doa mah semoga tak pernah terlambat…

    Selamat menginjakkan usia dibilangan baru…semoga berkah Allah selalu menyertai langkah non Phie..sehat ..bahagia..semua doa dikabulkan Allah SWT…sukses dunia akhirat…aamiin… *peluuk* 😘😘

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *