Cara Mencegah dan Menanggulangi Tawuran

Tawuran. Sengaja atau tidak, satu peristiwa ini sering kita dengar terjadi di banyak kota di Indonesia. Entah pelajar, mahasiswa, pemuda kampung, hingga anggota ormas di beberapa daerah. Tawuran seolah sudah seperti barang yang wajar ditemukan dan diwariskan. Sayangnya, sekalipun telah banyak diupayakan proses mediasi, tawuran (lagi-lagi) tetap terjadi. Bisa jadi ada yang keliru dalam proses penyelesaian dan mediasi tersebut. Belum lagi sifatnya yang kadang hanya sementara. Kita perlu melihat lebih dekat agar dapat mengantisipasi tawuran dengan seksama, langkah-langkah kecil dengan akibat lebih persisten perlu diupayakan dan dikokohkan.

1. Pentingnya penerapan pendidikan karakter dalam praktik keseharian

Dikutip dari pendidikankarakter.com, Theodore Roosevelt pernah mengatakan hal ini,

“To educate a person in mind and not in morals is to educate a menace to society”

(Mendidik seseorang dalam aspek kecerdasan otak dan bukan aspek moral adalah ancaman mara-bahaya kepada masyarakat)

Kurikulum pendidikan bangsa kita saat ini dipandang kurang memenuhi syarat sehingga penambahan nilai-nilai budi pekerti sangat perlu untuk memperkaya intektualitas anak-anak Indonesia. Anak cerdas tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga cerdas secara moral. Sasaran pendidikan “cerdas secara akademis” memang sudah semestinya digeser menjadi pendidikan holistik, yaitu pendidikan yang menyeluruh, memadukan beberapa aspek penting; satu di antaranya pendidikan karakter.

Mengapa pendidikan karakter penting peranannya dalam perikehidupan kita umumnya, dan anak-anak sebagai generasi penerus kita, khususnya?

Menurut Lickona (1992) dalam bukunya “Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility”, setidaknya ada sembilan alasan mengapa pendidikan karakter diperlukan, dua poin penting di antaranya yaitu:

  1. Telah jelas terlihat bahwa terdapat peningkatan frekuensi penganiayaan, kekerasan pada anak-anak muda karena ketidakpedulian dan/atau kesenjangan nilai-nilai moral.
  2. Penyampaian nilai-nilai moral kepada generasi berikutnya adalah sebuah hal pokok dalam kelanjutan proses peradaban.

Manusia yang berkarakter baik tentu tidak akan begitu saja terhasut untuk terjun dalam pertikaian antar pelajar, kelompok, etnis, agama, dan lain sebagainya. Kesadaran penerapan kurikulum pendidikan ini pada prinsipnya merupakan tanggung jawab tiap pribadi; bukan saja orang tua dan guru.

2. Penguatan kembali muatan lokal 

Penguatan muatan lokal juga bisa berfungsi menangkal pertikaian pelajar. Mana kala pemuda dan pelajar dituntun kembali untuk menghargai, menghormati, dan mencintai budaya daerahnya maka diharapkan hal ini dapat digunakan sebagai sarana memperkuat kecintaan pada Indonesia. Bukan malah saling memecah belah. Hal ini telah tercatat dalam sejarah gerakan kepemudaan Indonesia yang dipelopori oleh Budi Utomo. Bukankah pada dasarnya bangsa Indonesia memiliki nilai-nilai luhur warisan dari nenek moyang? Budaya Timur yang menjunjung nilai moral dan budi pekerti? Sudah semestinya kita kembali mengoreksi diri; menengok kembali sejarah. Peradaban boleh saja kian modern dan canggih, tapi bukan berarti kita patut meninggalkan budi pekerti dan unggah-ungguh.

3. Perbaikan kualitas lingkungan dan penambahan ruang hijau

Tidak dapat dipungkiri dunia semakin rusak oleh perilaku manusia. Lingkungan yang tidak sehat saat ini tanpa kita sadari turut mempengaruhi maraknya aksi tawuran. Hal ini seperti dilansir oleh situs hijauku.com. Seorang peneliti, Dr. Jolanda Maas dari VU University Medical Centre, Amsterdam meneliti tentang pentingnya ruang hijau terbuka bagi kesehatan fisik dan mental. Hasil riset sebagaimana dimuat di Journal of Epidemiology and Community Health menyatakan bahwa “responden yang tinggal dalam radius satu kilometer dari ruang terbuka hijau memiliki risiko lebih rendah terkena 15 dari 24 jenis penyakit, termasuk diantaranya penyakit jantung, gangguan otot, gangguan mental, penyakit pernafasan, penyakit syaraf, penyakit pencernaan dan keluhan kesehatan yang lain.”

Demikian pentingnya memiliki ruang hijau dan memperbaiki kualitas lingkungan tempat kita tinggal. Kita tentu tidak menginginkan generasi penerus kita menderita gangguan mental akibat kurangnya kepedulian kita akan lingkungan hijau dan sehat. Kita bisa mulai dari diri sendiri dan mengajak mereka, anak-anak, pelajar, dan pemuda, untuk saling membantu menggiatkan aksi lingkungan ini. Bukankah upaya ini jauh lebih bermanfaat ketimbang bertikai?

Satu yang perlu kita yakini adalah tidak ada sesuatu masalah pun yang tidak memiliki jalan keluar. Tinggal bagaimana kita semua hendak menempatkan kemauan dan kepedulian. Kalau toh ada sebagian dari kita yang maunya senang sendiri, masih ada sebagian lain yang saya yakin masih peduli dan mau berempati pada permasalahan ini. Lewat pemikiran sederhana ini, semoga kita bisa saling menguatkan demi masa depan bangsa Indonesia.

Sumber referensi:

Lickona, T. 1992. Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. Bantam Books, New York. In whycharactereducation.pdf.

http://www.pendidikankarakter.com/pentingnya-pendidikan-karakter-dalam-dunia-pendidikan/

http://www.hijauku.com/2011/12/14/manfaat-ruang-terbuka-hijau-bagi-kesehatan/

Artikel  ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Indonesia Bersatu: Cara Mencegah dan Menanggulangi Tawuran.

0 thoughts on “Cara Mencegah dan Menanggulangi Tawuran

    1. ya, itulah, Niar.. sudah waktunya kita tengok apa-apa yang pernah berhasil di masa lalu. seperti kata bung Karno, jas merah = jangan sampai melupakan sejarah 🙂

    1. Alhamdulillah, setelah diperas-peras akhirnya bisa juga ikut lombanya pakdhe Cholik 😆
      Ide sederhana, Dah.. semoga ini juga bisa didengar oleh yang berwenang menjalankan pemerintahan.

      Sukses juga untuk kontesnya, Idah 🙂 Miss DL lagi banci kontes hihihi 😛

    1. benar sekali, Mbak Myra 🙂
      mulai dari pribadi di tiap keluarga, berlanjut ke sekolah, lalu meluas ke lingkungan.

      salam kenal, salam hangat dari kaki Merapi 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *