*sebelum Juni jauh terlewat π
Hari Kamis malam, 20 Juni 2013, (semoga saya tidak keliru ingat); saya dihubungi via SMS oleh Meita (Goodreads Jogja). Ini tentang sebuah rencana bulanan yang semestinya dijalankan tiap Sabtu minggu ketiga. Apa itu? Membaca buku di tempat penitipan anak (TPA) Beringharjo.
Sepertinya asyik ya beberapa jam bersama anak-anak? Bagi saya, YA. Membaca kisahnya saja membuat saya mupeng. Maklumlah sisi kanak-kanak saya sering muncul hehehe. Baiklah, saya akan bercerita bagaimana mulanya hingga saya bisa bergabung di acara ini.
Jadi begini ceritanya….
Sebelum saya bergabung dengan acara teman-teman Goodreads Jogja dan Mata Aksara ini, keinginan saya timbul ketika membaca postingan blog mbak Lutfi Retno. Si empu blog kotakpermen ini berbagi cerita tentang agendanya membaca buku di tempat yang sama pada bulan April 2013 lalu.
Bulan ini adalah kedua kalinya saya bergabung dengan teman-teman Goodreads Jogja. Di bulan sebelumnya, Mei, kami hanya datang bertiga. Bersama mbak Lutfi dan Meita, saya menikmati keseruan bersama anak-anak yang sebagian besar berusia di bawah lima tahun (balita). Setelah acara, kami sempat beberapa waktu berbincang sembari melepas lelah. Iya, rupanya membaca buku dengan bersuara membuat serak tenggorokan dan kerongkongan kering hahaha. Untunglah saya selalu membawa bekal minum ketika ke sana. Tinggal glek-glek-glek air putih dari si botol minum. Legaaa! π
Ada yang berbeda dengan acara baca buku di bulan Mei lalu. Kalau biasanya kegiatan dilaksanakan tepat di Sabtu minggu ketiga (jatuh di tanggal 15 Juni 2013, red.), maka kemarin terpaksa diundur karena pihak TPA sedang ada acara lain. Akhirnya, acara pun terlaksana pada tanggal 22 Juni lalu, meski tanpa mbak Lutfi. Mbak Lutfi gak datang? Iya, sedang di Hanoi, kerja sambil plesiran sepertinya. 
Yang turut serta pada acara ini, selain Meita, belum ada yang saya kenal. Hanya sempat berkenalan langsung dengan mas Dody dan mas Kurnia karena mereka datang pas awal acara. Yang seorang lagi mas Sanjay (nama facebook-nya memang begitu, red.), kami berkenalan dari jauh pas hampir akhir acara.
Anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok. Anak-anak TK A dipegang oleh Mas Dody dan Mas Kurnia, sementara Meita dan saya di kelompok TK B. Di hadapan saya, anak-anak memperhatikan dengan berbagai ekspresi. Ada yang menyimak, ada yang tolah-toleh, dan ada pula yang datar-datar saja hehehe π Waktu saya tanya kepada dua pembimbing yang mengawasi, kata beliau si gadis kecil ini baru saja bergabung di TPA Beringharjo, jadi harap maklum kalau dia masih diam saja. Hm, saya jadi berpikir… saya dulu seperti itu juga kali ya? Di awal suka malu-malu, begitu akrab eh.., malu-maluin! π
*abaikan!
Hari itu jumlah anak-anak yang ada di TPA tidak sebanyak bulan sebelumnya. Mungkin sudah mulai masuk masa liburan. (?) Ya, berapapun jumlahnya, yang namanya menghadapi anak-anak memang butuh ekstra sabar dan ceria. Mana ada anak yang mau tertarik dengan cerita kalau yang membacakan buku saja susah senyum? Untunglah, kami semua murah senyum, jadi anak-anak pun terlihat ceria dan asyik mengikuti kegiatan ini. Mau lihat seberapa asyiknya mereka? Yuuk ah, diintip! 



O ya, berapa banyak yang saya bacakan kemarin ya? Hmm, seingat saya ada 5 buah buku atau malah lebih. Itu juga karena di tengah saya membacakan buku, dua atau tiga anak dari kelas yang lebih besar bergabung. Wah, jadi tambah seru! π Beberapa kali saya juga melakukan intermezo supaya mereka tetap fokus, mengulang beberapa hal penting, melontari pertanyaan tentang ilustrasi buku, seperti warna benda, bunyi/suara binatang, serta menyanyi bersama. Menyanyi? Ya, dunia anak dekat dengan bermain dan bernyanyi; jadi saya sisipkan hal-hal sederhana seperti itu. Mempererat bonding, begitu kata seorang psikolog anak. Seperti saat saya membacakan cerita tentang hewan-hewan liar dari sebuah ensiklopedi; kala itu halaman berpindah ke penjelasan tentang si burung hantu. Maka, saya pun mulai memancing ingatan mereka pada sebuah lagu,
Matahari terbenam,
Hari mulai malam
Terdengar burung hantu,
Suaranya merdu
Ku ku ku ku ku ku ku ku ku ku 2x
Atau juga saat saya menceritakan tentang serigala. Mereka tahu lhoo seperti apa suara serigala,
βAauuuu…!!β
Suara kecil mereka nyaring menirukan lolongan serigala. Betapa antuasias mereka menanggapi saya membacakan buku. Tidak hanya mereka yang senang, saya juga merasa senang. Itβs like a therapy. Bersama mereka 1,5 jam saja, serasa jadi sewindu lebih muda usia saya hehehe π

Nah, saking asyiknya, 1,5 jam berlalu tanpa terasa. Padahal ada dua orang gadis mungil yang sebenarnya sudah mengantri dibacakan buku, tetapi karena ibu kepala TPA mengatakan sudah pk. 11.00 (saatnya mereka makan siang, red.), maka kegiatan pun dengan segera ditutup. Saya meminta maaf pada dua gadis kecil yang belum mendapat giliran sembari berharap semoga bulan depan atau lain kesempatan bisa memperoleh kesempatan membacakan buku untuk mereka (lagi), aamiin..
Well, adakah di antara Sahabat yang tertarik bergabung dengan kegiatan ini? π
___
Dokumentasi foto oleh Mas Dody Wibowo
kegiatan yang positif tetap dipertahankan ya supaya anak=anak cinta buku
iya, Mbak Lidya π
semoga kami semua istiqomah melaksanakan kegiatan ini π
andai aku di jogja juga bubu…pasti udah nginthil bubu buat ikutan..seruuuuuu bangeettt bubuuuu
IDEM, Mba Cheil . .:)
Itu TPAnya dirumah ya, Bu?
Aku kira di Masjid2 kayak biasanya. . π
Bubu koq gak ikut Mba Kotak Permen liburan. . .:D
TPA di gedung tersendiri kok, Bi Idah. Pas sebelah utara pasar.
Gak ah, nanti malah ngganggu mbak Lutfi hehe π
Hehe, ayolah, Jeng Cheila kapan-kapan mampir ke Jogja.
Kegiatan ini rencananya akan dirutinkan tiap bulannya di Sabtu minggu ketiga lhoo π
sangat memotivasi nieh..
Terima kasih π