Hai, Sahabat! Baru ingat saya, akhir pekan ini ada sebuah moment berharga yang pernah terjadi 23 tahun lalu. Yuk, ikut saya buka-buka album kenangan keluarga Tedjodisastro! ๐ Hm… Ini dia yang saya maksud 23 tahun lalu.

Ada sepasang pengantin di sana kan? Itu adalah Bulik Titik Wahyuni (akrab saya panggil Bulik Nik) dan Om Trisno Budhiarto. Ibu dan Bapak (alm.) terlihat pula mengapit kedua mempelai. Lalu, tiga orang gadis kecil di depan? Dari kiri ke kanan: Erlita (teman sepermainan saya), Ning (adik perempuan saya), dan saya.
Sedikit cerita ya… ๐ Bulik Nik adalah salah seorang adik perempuan Ibu. Orangtua Ibu sebenarnya memiliki lebih lebih dari ยฝ lusin anak, tetapi hanya 6 orang yang lahir selamat. Ibu anak nomor dua, Bulik Nik yang kelima. Meski Bulik Nik dikenal paling cerewet dan galak hehe, tapi beliaulah yang paling dekat dengan saya. Aneh ya? ๐
Usai pendidikan SMA, Bulik Nik merantau ke Jakarta untuk kuliah, lalu bekerja menjadi guru SD sampai saat ini. Di ibukotalah, Bulik berjumpa dengan Om Trisno (saat ini pegawai tetap PLN) dan menikah. Kelihatannya sederhana, tetapi dari kisah beliau ada liku-liku yang tidak mengenakkan hati sebelum menikah. Putus hubungan, galau.. pernah beliau rasakan. Namun, pada akhirnya bersatu juga dalam mahligai pernikahan, 23 tahun lalu.
O ya, di antara pasangan suami-istri yang ada di keluarga besar Tedjodisastro, pasangan Bulik-Om ini yang paling bikin saya iri. Ahahaha, iya.. soalnya sampai sekarang mesranya gak pernah hilang meski sudah dikaruniai 3 orang gadis manis. ๐ Hm, mungkin itu semua karena beliau berdua sama-sama saling mengerti. Saya banyak belajar juga mendapat masukan dari beliau berdua selama ini, tentang bagaimana semestinya menjalani dan memelihara hubungan. Bahwa berpasangan itu tidak selalu dengan orang yang mirip sifatnya, karakternya.
โBulik sama Om beda, banyak bedanya.. tapi kalau sudah jodoh ya jadilah..โ begitu kata beliau memberi nasehat.
Bulik tipe orang yang spontan, suka tertawa, sering memberi kejutan dan bingkisan untuk orang di sekitarnya. Perasaan Bulik sensitif, mudah tersentuh dan terharu jadi saya tidak perlu membuat beliau marah. Sementara di sisi lain Om tidak banyak bicara, tapi kesetiaan saya lihat benar dari Om. Ke manapun selalu menemani istrinya, terutama ketika kesusahan itu datang. Ya, Bulik Nik sudah beberapa tahun belakang mengidap diabetes mellitus. Karena penyakit inilah, daya penglihatannya menurun drastis. Bahkan di hari yang semestinya beliau rayakan, 23 tahun anniversary, Bulik sedang tergolek di rumah sakit. ๐ฅ Sedih tentu saja, tapi selalu ada doa dalam hati untuk kesembuhan Bulik Nik. Semoga di Ramadhan yang penuh berkah ini Gusti Allah SWT mengangkat sakit beliau dan menggantikannya dengan sehat walโafiat. Aamiin.
Ya, 23 tahun… Angka yang terukir sedemikian lama dan penuh perjuangan. Saya sebagai keponakan, selalu berharap Bulik dan Om sekeluarga selalu bahagia seutuhnya, bahagia selamanya. Aamiin.
amiiinnn…..
semoga beliau berdua bisa sampai peringatan pernikahan perak ๐
mbak, mukamu lucu banget e…. haha.
foto itu … jadi kangen kita dulu sering duet ngipasi manten. hehe …msh polos banget ya? bulik Nik tinggal dimana mbak Jatu? oalah, sungkem buat bulik Nik ya mbak … masih inget sm aku gak ya? temen mbak Jatu yg kadang jd sahabat, tp kadang kita juga suka musuhan ya? namanya anak2 …
happy anniversary ๐