Bicara soal puisi, saya tentu bukan satu-satunya orang yang gemar dan masih terus belajar menulis puisi. Rasanya masih teramat panjang jalan yang harus saya tempuh agar karya-karya saya masuk dalam jajaran karya yang apik dan berbobot. Proses panjang ini tak urung meninggalkan jejak-jejak tersendiri. Kadang sedih, tapi lebih banyak senangnya; lebih banyak bahagianya. Bagi saya
Penulis: Phie
Nostalgia Baca Puisi
Baca puisi? Iya, ini tentu menjadi semacam nostalgia. Hmm, dulu saat saya duduk di bangku SD Inpres Candirejo, beberapa kali saya mewakili sekolah untuk lomba baca puisi; pernah juga mengikuti lomba baca puisi di tingkat kampung, biasalah lomba 17-an. 😉 Setelah melewati masa-masa itu, di SMP level saya hanya mampu bertahan di skala sekolah (baca:
The Power of 'Duit Receh'
Ah, jumpa lagi di postingan pertama di bulan Syawal. Meski sudah terlambat beberapa hari, izinkanlah saya mengucapkan: Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H Mohon maaf lahir batin atas segala salah dan khilaf saya selama ini, ya, Sahabat. Mudah-mudahan kita diberi kesempatan berjumpa kembali dengan Ramadhan dan Syawal tahun depan. Aamiin. 🙂 Oke, tema kali
Belajar dari Rasa Lapar
Tak terasa, Ramadhan tinggal sebentar lagi. Ada satu hal penting yang selalu saya ingat ketika bulan mulia ini tiba: rasa lapar. Pelajaran apa yang bisa saya ambil dari rasa lapar? Hmm, saya harus berterima kasih kepada Bapak (alm.) yang tepat hari ini berulang tahun yang ke- 62 tahun. Dari beliau saya belajar tentang hal ini.