Manusia Sambal

Manusia Sambal, begitulah saya menjulukinya. Nama lengkapnya Aleryovan Nahli Erlangga, tapi kami di HPT 2002 akrab memanggilnya Nahli, Ale, atau Alul saja. Maklum, selama hampir lima tahun perkuliahan, ia hanya memakai nama tengahnya. Entah, demi apa dia menyembunyikan nama lengkapnya. Konon katanya, ia telah diberi mandat oleh seseorang untuk menyimpan baik-baik nama awal dan akhirnya.

Viva Homoptera!

“…Nama kelompokku Kelompok Homoptera Yang selalu penuh canda tawa Ale, Fari, Jupik, dan Anti Walau empat kami slalu kompak…” Lagu kelompok ini begitu lekat dalam ingatanku manakala kami bertemu dalam malam keakraban di Agrowisata Salak Pondoh, Turi tahun 2002 silam. Tak terasa 6 tahun berlalu sudah. Sekilas menilik kisah masa lalu kami, mari dimulakan dengan

The Way They Make Me Feel

Pagi itu mentari menapaki hari Seiring senyumnya merekah berseri Kusambut cerah ke 21 hari Di bulan ketiga tahun ini Tak kuragu ucapkan syukur Kar’na tlah kulalui sepanjang umur Tak kusangka engkau menyapa Senandungkan lagu panjang usia Terbalut senyuman dan canda Tak lupa sepasang lilin menyala Tertegun kuberdoa sebelum kutiup lilin ke 20 bahagia Hanya satu