Senja tlah merapat malam. Tatapanku masih saja lekat ke arah langit, ada semburat merah jambu berpendar di antara pucatnya rembulan yang hangat direngkuh segerombol awan. Aku masih merenungi diri. Di pangkuanku sebuah buku karya Armijn Pane tergeletak nyaman. Habis Gelap Terbitlah Terang, engkau pasti tahu siapa yang jadi tema pembicaraan. Ya, sesosok perempuan tangguh dari