Dearest you, my beloved Captain Cartenz.. Menemukan engkau tersenyum seperti malam itu adalah sebuah anugerah Tuhan untukku. Selepas perjalanan panjang yang kau tempuh, yang bahkan tak bisa kubayangkan hingga detik ini, engkau masih bisa menemaniku berjalan menikmati keramaian pusat kota. Di sana, ya, Jogja nol km. Masih ingatkah engkau pada nasi uduk yang kita nikmati
Tag: Captain Cartenz
Selamat Tidur, Bubu Phie..
Minggu pertama Ramadhan 1433 H akhirnya berlalu. Setelah melewatkan tujuh hari pertama 😥 , semalam akhirnya saya bisa membulatkan niat untuk berpuasa. Alhamdulillah.. Bukan itu saja yang membuat perasaan senang di hati ini begitu penuh. Sejak petang, jemari tangan saya telah sibuk mengetik SMS; membalas ucapan selamat berbuka dari seorang gadis kecil. Ia belum lama
Bermimpi Menyusuri Sembalun nan Asri
Lombok. Mendengar nama pulau ini membuat saya teringat pada Suku Sasak dan Gunung Rinjani. Sebagai pribumi kaki gunung (baca: anggun-anak nggunung) Merapi dan pehobi hiking, saya penasaran seperti apa ya keadaan kaki gunung di seberang sana. Rasa penasaran itu kian jadi kala November tahun lalu, my dear Captain Cartenz melakukan perjalanan touring ke Lombok dalam rangka memenuhi