Dear, Bunda Nik Ada yang kurang rasanya tahun ini, tanpa Bunda di sisi. Ada yang tetiba terasa hampa di hati ketika Tuhan menuliskan takdir kita berpisah tahun ini. Akhir bulan kelima lalu, kuingat benar. Siang terik sontak menjadi temaram, redup digelayuti mendung. Kesedihan itu datang membayang setelah kuterima telepon soal kabar berpulangnya engkau, untuk selamanya.