Manusia Sambal, begitulah saya menjulukinya. Nama lengkapnya Aleryovan Nahli Erlangga, tapi kami di HPT 2002 akrab memanggilnya Nahli, Ale, atau Alul saja. Maklum, selama hampir lima tahun perkuliahan, ia hanya memakai nama tengahnya. Entah, demi apa dia menyembunyikan nama lengkapnya. Konon katanya, ia telah diberi mandat oleh seseorang untuk menyimpan baik-baik nama awal dan akhirnya.