Papah’s Joke

Bulaksumur, Rabu, 26 Januari 2011

Hmm.. Sore ini Jogja sedang cerah setelah beberapa waktu kemarin hujan deras. Aku masih di depan jendela ruang redaksi, tempat di mana meja kerjaku berada. Kusempatkan memandang langit. MasyaAllah.. cantiknya. Tanganku masih terus saja sibuk mengutak-atik status naskah dan mencermati beberapa hasil rapat kemarin. Rapat.

Ya, bicara soal rapat redaksi mengingatkanku pada sesosok ketua dewan redaksi yang telah kukenal dekat sejak ujian pendadaran zaman S1 dulu. Beliaulah Prof. Edhi Martono. Aku sih lebih suka menyapa beliau dengan Papah. Entahlah, sepertinya nyaman saja memiliki ayah kedua.. (wah, ngarep.com :mrgreen: ).

Tapi benar koq Papah memang baik, meski kadang tidak TERELAKKAN ndhagel-nya. Hehe, itu mengingatkanku pada sebuah SMS yang beliau kirimkan kepada hampir semua penghuni lab Entomologi Dasar. SMS yang berhasil dengan sangat SUKSES membuatku tertawa terbahak-bahak di dalam ruang redaksi yang sepi. (ampuun.. sakitnya perutku, LOL :mrgreen: )

Nah, penasaran dengan isi SMS beliau itu? Ini dia.. Voila!!

SURAT TUKANG BUAH YANG PATAH HATI

WAJAHMU MEMANG MANGGIS,

WATAKMU JUGA MELON-KOLIS,

TAPI HATIKU NANAS KARENA CEMBURU,

SIRSAK NAPASKU,

HATIKU ANGGUR LEBUR,

INI DELIMA DALAM HIDUPKU,

MEMANG INI JUGA SALAKKU,

JARANG APEL MALAM MINGGU,

YA TUHAN, MOHON BELIMBING-MU,

KALO MEMANG PERPISANGAN INI YANG TERBAIK UNTUKKU,

SEMANGKA KAU BAHAGIA DENGAN PRIA LAIN,

SAWONARA..

DARI: DURIANTO

Stop Press!!

Sepertinya ada yang sudah mulai kram perut nih? Hehe.. 😀 Lebih baik rehat dulu sebelum membaca kelanjutannya. Bolehlah minum segelas jahe susu atau makan sebungkus nasi kucing (memangnya ini angkringan? ❓ :mrgreen:).

Ok selanjutnya.. surat patah hati itu pun dibalas oleh si perempuan.

SURAT BALASAN DARI PACARNYA YANG TERNYATA TUKANG SAYUR

MEMBALAS KENTANG SURATMU ITU,

BROKOLI SUDAH KUBILANG,

JANGAN TIAP DATENG RAMBUTMU SELALU KUCAI,

JAGUNGMU GAK PERNAH DICUKUR.

DISURUH DATENG MALAM MINGGU, EHH NONGOLNYA HARI LABU.

DITAMBAH KONDISI KEUANGANMU MAKIN HARI MAKIN PARE,

KALO MO NELPON AKU AJA MESTI KE WORTEL.

TERUS TERONG AJA, CINTAKU PADAMU SUDAH LAMA TOMAT..

JANGAN KANGKUNG AKU LAGI. CABEE DEEEHHH!! 😀

LOL .. :mrgreen:

Sehari setelah beliau mengirimkan SMS itu, sebuah sidak dilakukan di ruang redaksi.

“Hai, Jupii..!!” sapa Papah.

“Papah.. Hehe, makasih SMSnya..” jawabku.

Dan, tentu saja… aku masih saja nyengir tak karuan mengingat surat patah hati itu :mrgreen:

“Coba siapa nama si tukang sayur?” tanya Papah.

Waduh, sepertinya pikiran kami sedang satu frekuensi. Pantas saja.. he 😀

“Pasti.. SAWIYEM, Pah. Hahaha..” sahutku sembari tertawa.

“Yen ora.. SAWIYATUN.. atau KOLINAH.. atau Jennifer Tea-moon (baca: TIMUN)..” tambah beliau tak mau kalah.

“Hahahahahaha…”

Suara kami memecah sepi ruang redaksi. Astaga, aku bisa awet muda bila begini terus, pikirku. Hihi.. terima kasih ya, Pah.

:mrgreen: Thanks for the JOKE :mrgreen:

10 thoughts on “Papah’s Joke

  1. wah kok ku tak terima nie sms kan ku masih penghuni lab, loh kok, hahahaha
    kalo menurutku tukang sayurnya mb yu “boros”, “boros”= temu kunci….enak loh disayur lodeh, khas Rembang, hehehe dan hanya ada di musim hujan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *