Dear May,
Tidak mudah mencerna kalimat sederhana yang kautulis di sebuah SMS beberapa waktu lalu. Kala itu kau hanya menuliskan dua kalimat,
Mb, doain ya moga aku bisa lebih sabar ngadepin bapak. Makash banyak mb.
15 Juli 2012, 19.50.17
Namun, mengertilah.. Dari kedua kalimat itu aku bisa merasakan apa yang ada dalam hatimu. Ya, mengerti benar tentunya tidak mudah berada dalam kondisi seperti saat ini. Beberapa waktu sebelumnya, kau menceritakan perihal ayahmu yang tadinya baik-baik saja tiba-tiba harus check up ke dokter dan dirujuk ke rumah sakit umum Dr. Kariadi, Semarang. Sebuah benjolan sebesar kelereng muncul di bagian dada dan anehnya dalam waktu kurang dari tiga minggu benjolan itu membesar sebesar bola tenis. MasyaAllah..
Lepas operasi pertama (biopsi), kuingat benar..
“Ini bukan cairan, Mbak.. tapi padatan, daging tumbuh..” katamu padaku kala itu.
Dan setelah penantian selama dua minggu, hasil yang diperoleh sungguh di luar perkiraan. Hmm.. Kanker ganas? Innalillaahi wainnailaihi raji’un..
May.., Tuhan sungguh sedang mengujimu. Ketabahanmu, kesabaranmu, ke-istiqomah-anmu atas segala hal yang sedang Ia kurniakan untukmu dan keluarga. Ya, ini tidak mudah. Namun, mengertilah segala hal yang telah disuratkan untuk tiap hamba-Nya tidak akan pernah meleset. Bisa jadi segala macam bayangan akan kehilangan sosok yang kaucintai itu berkelebatan, juga bayangan gelap dan prasangka pada Tuhan itu berhamburan.. Aku pernah mengalaminya dua belas tahun lalu, juga setiap orang di muka bumi ini. Tidak ada yang abadi. Suatu ketika masing-masing dari kita akan pergi, meninggalkan siapa dan apa pun yang kita sayangi. Ini hanya soal waktu.
Itulah mengapa, selagi sempat mari saling memberi yang terbaik untuk yang kita sayangi. Tak terkecuali untuk ayahmu. Atas segala upaya dan doa itu…. Semoga Tuhan memberikan obat terbaik untuk beliau. Kesembuhan, kelapangan atas setiap urusan, panjang usia, keluarga yang bahagia, dan anak turun yang baik. Maka, tetaplah bersabar.. Engkau bisa melalui semua ini. Tetaplah kuat untuk ayahmu, ibumu; untuk mereka yang kau sayangi. Ingatlah selalu, Tuhan bersamamu.. Tuhan bersama orang-orang yang memelihara jiwa, raga, dan hatinya dalam kesabaran.
-Jogja, 17 Juli 2012-
ambil hikmahnya di dalam semua itu…
di tunggu kunjungannya
inspiratif sekali, Semoga Alloh senantiasa memberi kekuatan dan pastinya Alloh sudah memberi kekuatan sebanding dengan besarnya cobaan yang Ia berikan kepada hamba 🙂
Baru baca aku mb Say, setelah 2 tahun 5 bulan 6 hari Babeku tersayang kembali ke peraduannya yang terakhir (25 Ramadhan 1433H/ 13 Agustus 2012). Terima kasih mb say, menuliskan ini buatku. Juli tahun itu memang tahun terberat buatku, setelah kontrak kerjaku habis, Babeku ternyata malah sakit dan tak lama kemudian beliau diminta kembali. Hanya 3 Bulan, Entah kurang atau lebih, hanya 3 bulan mb say. Aku masih tetap bersyukur masih diberikan kesempatan menemani Babe hingga nafas terakhir beliau. Dan akupun bersyukur saat itu aku pengangguran, (Allah selalu tahu apa yang harusnya kualami). Gak kebayang jika saat itu aku masih kerja, penyesalan seumur hidupku sepertinya takkan mampu mengobati lara hatiku kelak. Terima kasih ya mb say, selalu menjadi sahabat dan saudara terbaikku. Semoga Allah selalu menyayangi kita semua, aamiin.