WWF October e-newsletter

Kisah Gajah: Afrika vs Indonesia

Siapa yang tak kenal gajah? Ada sebuah kisah tentang hewan bertubuh besar ini dan kearifan seorang petani di Afrika di Hari Blogger Nasional ini. Semoga kita kan terus terinspirasi dan berbagi.

Silakan klik gambar di bawah ini. 🙂

WWF October e-newsletter
WWF October e-newsletter

Kisah di balik newsletter WWF tersebut sungguh membuat saya membandingkan bagaimana manusia Indonesia (khususnya yang berhadapan langsung dengan gajah-gajah liar dan menganggapnya hama) dengan Mr. Cosmos Kakwenga, seorang petani di Zambia yang menjadi pionir pembuatan chili bomb untuk pengusir gajah.

Sebagai seorang petani, ladang jagung Mr. Kakwenga juga tidak lepas dari gangguan gajah. Bayangkan saja, ada sekira 3000-an ekor gajah yang bisa melintasi ladangnya. … dan itu berarti, jika tidak dijaga, ia tidak akan mampu memberi makan keluarga. Karena gajah-gajah tersebut dilindungi, maka ia mencari alternatif cara agar dapat mengusir gajah dari ladangnya tanpa mencederai kawanan gajah tersebut. Didapatlah solusi tersebut: chili bomb.

Di Indonesia, kondisinya justru terbalik. Manusia yang berkepentingan membuka hutan demi alasan pemenuhan kebutuhan pangan, justru menggusur habitat asli satwa liar (termasuk gajah). Tragisnya ketika kawanan gajah datang ke tempat yang sama dan tidak menemukan makanan; lalu makan dari tumbuhan yang ada di ladang/perkebunan, manusia akan serta merta mengeluarkan senjata untuk membunuh gajah hama, gajah pengganggu.

Hama? Pengganggu?

Siapa yang sebenarnya mengganggu? Siapa yang sebenarnya memulai ide “perseteruan” ini?

Semoga ini bisa membuat kita menimbang dan berpikir kembali tentang kearifan manusia. Sudah sampai di mana kearifan tersebut diimplementasikan di dunia pertanian/perkebunan? Karena akan sia-sia saja bila manusia dikaruniai cipta-rasa-karsa, tetapi tidak ditempatkan pada tempat yang benar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *