Sumpah Pemuda ke-84: Sebuah Doa Sederhana

Bismillaahirrrahmanirrahiim.

Dengan menyebut asma-Mu ya Allah, kami yang berkumpul di kesempatan yang baik ini, di malam perayaan Sumpah Pemuda ke 84 memanjatkan doa pengharapan hanya kepada-Mu.

28 Oktober 1928 lalu generasi leluhur kami memulai langkah besar ini. Langkah besar untuk kejayaan bangsa Indonesia, bangsa yang dulu melahirkan kami dan kan jadi tempat kami mendewasa sejak kini hingga nanti sampai hayat memisahkan raga dari jiwa.

Ya Allah ya Rabb kami, catatan masa silam sungguh akan terus kami ingat. Biar kami tengok kembali gigihnya perjuangan mereka para perintis pergerakan pemuda. Biarkan kami kembali tersentuh oleh besarnya inspirasi menggelora. Biarkan kami sejenak malu pada mereka, pada pengorbanan yang telah digulirkkan Jong Java, Jong Celebes, Jong Sumatranen Bond, juga perintis kami Budi Utomo.. Biarkan dari mereka semua kami belajar, mengumpulkan bekal untuk menempuh perjalananan. Kehidupan bangsa ini sungguh penting diperjuangkan, maka bimbinglah kami agar tetap istiqomah berjalan di koridor yang telah Kau tuntunkan.

Ya Allah ya Tuhan kami, berikanlah kami penerus perjuangan bangsa ketetapan hati, keluasan berpikir dan berkreasi karena bangsa ini memerlukan kerja keras kami demi masa depan nan cerahnya. Di pundak kamilah segala impian bangsa besar ini disandangkan, dibebankan.. Sungguh bukan perkara sepele atau sekadar mampir dan main-main belaka. Maka, berikanlah kami kesempatan untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya, mengetrapkannya dalam sebentuk dedikasi positif agar bangsa kami lepas dari carut-marut persoalan yang kini kian menjerat.

Ya Allah ya Tuhan kami, berkahilah apa-apa yang telah kami perbuat. Kami sadar belum banyak yang bisa kami berikan. Kami masih harus meneguhkan niat yang terkadang melenceng terbuai oleh banyak hal tak penting di luar sana. Teguhkanlah langkah dan upaya kami, ya Rabb agar kami pemuda Kadang Anem IX sebagai bagian pemuda Indonesia kelak menjadi penjaga garda depan perjuangan bangsa Indonesia yang kokoh.

Tiada daya dan kekuatan melainkan hanya dari haribaan-Mu ya Rabb, maka izinkanlah di kesempatan yang baik ini kami memohon agar Engkau berkenan mengabulkan permohonan kami.

Aamiin.. Aamiin.. Aamiin ya Rabbal’alamiin..

 

-dibacakan pada malam perayaan Sumpah Pemuda ke 84, Kadang Anem IX Candi Karang-

0 thoughts on “Sumpah Pemuda ke-84: Sebuah Doa Sederhana

  1. Pemuda adalah golongan manusia manusia muda yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan kearah yang lebih baik, agar dapat melanjutkan dan mengisi pembangunan yang kini telah berlangsung, pemuda di Indonesia dewasa ini sangat beraneka ragam, terutama bila dikaitkan dengan kesempatan pendidikan. Keragaman tersebut pada dasarnya tidak mengakibatkan perbedaan dalam pembinaan dan pengembangan generasi muda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *