Tentang Jilbaber Tomboy & Anti Rok: Sebuah Pernyataan Sikap

*Sebuah pernyataan sikap terhadap postingan http://adybocherski.wordpress.com/*

Bagaimana rasanya bila suatu ketika menemukan beberapa foto profile picture akun facebook diunduh dan dipajang oleh orang yang tidak dikenal sama sekali? Kalau dampaknya meneduhkan hati, saya masih bisa mengatakan Alhamdulillah; tetapi yang beberapa hari lalu saya temukan saat iseng browsing di Google sungguh membuat hati kecil saya bertanya-tanya, ada apa ini? Awalnya saya menemukan foto tersebut hanya dari pencarian gambar, iseng mengetikkan nama lengkap dan voila.. gambar saya tersebar sana-sini. Saya telusur satu per satu, hingga akhirnya saya menemukan gambar saya diutak atik oleh seseorang, entah.. blog beralamat http://adybocherski.wordpress.com/ ini menampilkan beberapa foto profil facebook saya.

Foto yang tampil pertama ada di URL berikut: http://adybocherski.wordpress.com/2012/06/21/yuni-haryan-satu-lagi-jilbabers-tomboy-yang-anti-rok/ Di situ ada dua buah foto saya dengan dua pose berbeda. Satu pose terlihat dengan legging di bawah celana yang dilinting. Sedikit cerita, kala itu saya diajak ke Parangtritis oleh famili dari Magelang. Saya memang terbiasa memakai legging sebelum memakai celana panjang atau rok. Ini soal kenyamanan saja. Kalau dianggap aneh (lihat garis merah yang ia gunakan untuk membidik), ya silakan. Lagipula, saya hanya perlu melipat celana dan membiarkan legging basah terkena air laut. Sesimpel itu. Anehkah? Hm.. terserahlah. Satu hal lagi, saya tidak anti rok. Kalau dokumentasi foto memang banyak yang memakai celana panjang, itu tidak saya sengaja. Saya masih nyaman mengenakan rok; bahkan pernah mengendarai motor melalui jalan rusak parah menuju Deles Indah, Klaten dengan mengenakan rok. Rok dan celana itu sama nyamannya, tinggal pintar-pintarnya kita memilih modelnya saja.

jilbaber tomboy, katanya

Foto yang kedua, dengan kostum yang sama (paling suka memang memakai kaos panjang gombrang biru bunga-bunga itu saat jalan-jalan), longgar dan tidak membatasi saya yang aktif bergerak dan suka beransel ria kesana kemari. Saya berpose membuka kaki di sudut Vredeburg.. Hm, menurut si empu blog tersebut saya kurang sopan (mungkin), mohon maaf dan terima kasih sudah dikoreksi.

Feeling saya bicara, masih ada foto lain yang diunduh oleh orang ini, maka saya scroll down si tetikus dan menemukan foto saya terpampang fullsize (URL: http://adybocherski.wordpress.com/2012/06/11/budaya-berkerudung/) tepat di bawah kalimat β€œLampiran: Gambar2 dibawah ini tidak berhubungan dengan artikel diatas” (saya bidik dengan garis biru). Β Saat itu saya berfoto di depan gambar Panglima Besar Jenderal Soedirman dan Jenderal Oerip Sumoharjo, masih di Vredeburg. O ya, soal kalimat dalam tanda petik tadi.. Hmm, bingung saya. Asli! Kalau memang tidak ada hubungannya mengapa harus diikutsertakan? Karena saya (menurutnya) adalah jilbaber tomboy? Baiklah, saya akui belum bisa sepenuhnya benar mengenakan jilbab. Belum bisa dikatakan muslimah yang baik. Namun, setidaknya saya telah, sedang, dan akan terus berusaha berbenah. Dan.. bukankah Gusti Allah itu menilai proses, apa pun hasilnya?

Hm, rasanya hampir habis saya dikuliti olehnya. Betapapun, saya perlu berterima kasih karena saya dijadikan model. Biar ini menjadi peringatan bagi saya, pengalaman berharga. Saya hanya butuh lebih banyak belajar bersabar. Orang lain mau menilai saya seperti apapun, itu memang hak mereka. Namun, mestinya tiap diri sadar bahwa tidak ada seorang manusia pun yang sempurna. Hidup ini adalah proses panjang pembelajaran. Tiap orang memiliki prosesnya masing-masing. Ada yang butuh perlahan, ada pula yang melesat bak kilat. Bagi saya pribadi, lebih sepakat jika saya sibuk melihat ke dalam diri sendiri; sibuk mengoreksi diri; sibuk memberi manfaat bagi sekitar; sibuk mempersiapkan bekal kehidupan.. bukan sibuk mencari-cari aib orang lain, atau juga mempergunakan foto tanpa seizin si empunya.

Demikian pernyataan sikap saya terhadap postingan tersebut. Semoga bermanfaat dan menjadi bahan renungan untuk kita bersama.

Salam hangat dari kaki Merapi,

Phie

0 thoughts on “Tentang Jilbaber Tomboy & Anti Rok: Sebuah Pernyataan Sikap

      1. Assalamualaiki…Wr. Wb..
        kalau saya jadi ukhti saya sangat bersyukur kepada Allah, karena pada hakekatnya Allah lah yg menggerakkan hati yang posting (YP) untuk mengkoreksi ukhti…saran saya lebih baik ukhti berhusnuzon (prasangka baik) bahwa YP ingin ukhti lebih baik dimata Allah…
        Subhanallah si YP Allah gerakkan hatinya untuk menjadikan ukhti lebih berpenampilan yg di ridhoi Allah…maka tuntutannya adalah kita berpakaian/berpenampilan yg Allah senang ama kita bukan biar menarik dilihat manusia..
        jazakillah khoiron..

  1. saya juga berjilbab dan seirng mengenakan celana dan terkadang rok.
    asalkan tidak mengganggu pandangan, dan kita nyaman, why not????

    kalo fotonya mengubar aurat boleh diprotes, tapi kalo yang satu ini.
    kayaknya yang protes salah foto deh . . .

  2. tenang Phie, aku ya masih seperti dirimu, masih sering pakai celana panjang. nambahnya stok celana panjang pun selalu saya tanyakan ijin suami, karena sejatinya suami pun ingin saya berGAMIS / ROK saja. bahkan terakhir, ketika saya tidak mau membeli celana jins saja, justru suami yang ngojok2 untuk beli hehehe …

    sedapat mungkin kita berusaha menjadi lebih baik lagi dan lagi, dan saya sendang menikmati proses itu.

    orang2 yg punya pendapat ini itu yaaa kita berbesar hati saja, saya pun sering TAK SADAR masih melakukan hal yang sama – sok menilai cara berpakaian orang lain, ketika saya melihat perempuan lain menggunakan baju dan celana ketat, malah terlihat seperti tak berbaju saja πŸ™

    1. Mbak Niiii…. πŸ˜₯
      *manggut-manggut* iya, Mbak.. dalam setiap liku hidup ini ada upaya untuk belajar, bersabar, & berbesar hati.. insyaAllah dan semoga kita semua diberikan kesempatan baik itu, selalu. aamiin..

  3. Setuju dengan Nique, berbesar hati saja, Phie. Kita memang ndak sempurna dan pasti harus terus memperbaiki diri. Kalau ada benarnya dari si penulis itu ya kita ambil, kalau tak sesuai ya abaikan saja. Mungkin itu cara Allah ngingetin kita hehe–sok tau :D. Cuma memang aneh isinya, ga konsisten dan terkesan serampangan. Kenapa model berhijabmu disebut jilbaber tomboy? (ga pernah dielaborasi, sehingga menyisakan kepedihan dan tanda tanya). Mengapa si penulis komplain soal celana ala kamu tapi juga mencibir rok yang dipakai blogger lain? bla bla bla….semoga tahun baru membawa perubahan baik utk kita semua, baik dalam ibadah dan aliran rezeki πŸ˜€

  4. saya sih sekarang pakai rok setiap hari πŸ™‚
    Apapun isi blog itu, semoga kita bisa meningkatkan kualitas ibadah kita pada Allah Ta’ala.
    Mungkin tulisan ini akan dibaca pemilik blog itu, semoga dia bisa paham bagaimana cara yang baik dalam membuat tulisan di blog πŸ™‚

    1. Alhamdulillah, turut senang sudah bisa konsisten pakai rok, Kak πŸ™‚

      Ya, tidak menutup kemungkinan si penulis akan membaca. Saya pikir saya perlu saja memberi pernyataan sikap karena dia juga sudah mencatut foto saya tanpa izin πŸ™

  5. Menarik. Jadi ada blog yang macam adybocherski.wordpress.com/ itu. Baru tahu saya. Anonim abis, tak ada penjelasan tentang blog, tak ada tempat untuk meninggalkan komentar. Yang disisakan cuma kolom suka. πŸ˜€

  6. Ealah,,santai Mbak Phie, ini negara Republik bukan negara Islam, semoga hal ini bisa menjadi pelajaran buat kita semua khususnya Mbak Phie, πŸ™‚

    1. aamiin ya Rabb.. setiap hal terjadi tentu bersama hikmahnya.
      terima kasih.. ini sudah sloww dan mlipir.. yang penting tidak membuat saya benar-benar berhenti berupaya yg terbaik. doanya ya, Kang Sofyan πŸ™‚

  7. ada ada saja ya orang itu, aneh bin kuang kerjaan mbak phie

    mungkin emang sengaja kali mbak, biarin aja deh mbak, percuma juga ngingetin orang kayak gitu, biasanya mah numpang keren aja

  8. Sabar ya Phie… semoga dgn ini bisa membuat kita lebih hati2 dlm upload foto. Cara Allah memberi tahu kebaikan sama kita memang tidak selalu dengan sesuatu yg nyaman utk kita. Tapi selalu ada hikmah dibalik sebuah peristiwa.

  9. Hem…. saya memang baru pertama kali buka page mbak phie…

    tapi serasa dikuliti juga saya.
    Soalnya saya jilbaber, dan pekerjaan saya adalah engineer.
    Terkadang memang ada komentar2 pedas yang saya terima mengenai status berjilbab saya dan lingkungan kerja saya, yg mayoritas laki2 dan saya HARUS BERCELANA. karena tidak mungkin panjat2 Tanki dengan memakai rok.

    AKhirnya saya kembalikan saja. Yang penting hati kita sudah berjilbab, toh orang lain menilai kita berjilbab belum sempurna. Cuek sajalah itu keputusan saya akhirnya.

    1. Salam kenal, Mbak Lan Budhe Gembul πŸ™‚

      Hm, ya tuntutan pekerjaan sih ya.. kalau saya sih tentu bisa maklum. Cuma kalau yang nulis tentang saya itu.. wah, gimana ya? sudahlah, terkuliti biar, kembalikan pada nyamannya hati saja. iya kan? Gusti Allah menilai proses kita, SEMANGAT… πŸ˜€

  10. sabaaar sabaaaar….

    kayaknya blognya emang gak bener deh. dilihat dari postingan-postingannya yang gak jelas…

    semoga nanti hikmahnya jauh lebih besar dan lebih indah ya

    1. insyaAllah, sedang belajar sabar, Mbak Elsa πŸ™‚
      terima kasih sudah mampir. saya ga berani bilang begitu. tiap orang tentu punya alasan utk melakukan sesuatu hal.

      aamiin ya Rabb, terima kasih doanya πŸ™‚

  11. Eh, saya lihat itu blognya aneh. Kata-katanya dia seperti kontradiksi satu sama lain. Satu sisi dia menginginkan orang ga melihat dari penampilan, tapi sisi lain dia mengecam cewek pake celana. Ditambah lagi itu semua fotonya colongan. Mending kalo wajahnya disensor gitu, jadi orang ga tau itu siapa. Lha ini, jelas buanget. Ga punya etika emang yang punya blog ini menurut saya.

    *PSK aja kalo ketangkep masuk berita disensor, masa ini orang baik-baik dipampang gitu aja.

    1. Itulah, Mas.. Poin penting yg saya catat ada di kalimat dengan tanda bintang (*) dan semestinya sebelum dia berani menulis, berani meminta izin si empunya foto.

  12. wah, mbak Phie kena cyber crime ya?
    itulah kenapa saya sekarang mengunci semua foto saya di facebook baik itu upload-an sendiri maupun tag-an dari temen
    paranoid sama hal yang beginian

    untung cuma dikoreksi mbak, kalau sampai diedit dan dibikin aneh-aneh kan gawat

    1. semacam itulah, Puch. ya, sekarang foto2 yg dicatut itu sudah ga ada lagi di albumnya. biarlah, daripada kena catut lagi, hmm..

      ya, masih untung ya, Puch

  13. waa mb phie. tega sekali org itu.
    betewe aku jg kadang masi pke celana sih. tp dari dulu kalo upload di soamed gak berani yg pke celana atau bagian bawahnya saya crop. hehe

    1. ya, dunia maya isinya kan macam-macam, ya Qied πŸ™‚
      saya sih lebih santai menanggapi hal macam begitu sekarang.
      bener juga, enakan ga ngunggah foto seluruh badan di socmed hehe

  14. Baru Baca, cuma bisa bilang ‘Tak Ada Orang yang Sempurna, yang Ada Hanyalah Orang yang Mencoba untuk Belajar Jadi Lebih Baik’. So, tetap semangat mpok phie sayang. Kalau hanya mengurusi apa omongan orang lain tentang kita, ntar keburu gak bisa hidup di dunia ini. Yang penting hanya jaga hubungan baik kepada sesama manusia dan juga kepada Sang Pencipta. Biar saja ada yang nulis seperti itu tentang mpok sayang, tapi menurutku mpok ndak begitu. Mungkin dia belum kenal saja, btw harusnya penulis blog itu perlu memblur wajah foto-foto orang-orang yang sengaja dicatutkan. Tetap SEMANGAT!!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *