Menjajal Nyali di Ekspedisi Lereng Merapi 2012

Pertengahan tahun ini, saya dan teman-teman dari GMTC-FMTย  (Forum Muslimah Tangguh) mengikuti acara jelajah alam. Pehobi hiking seperti saya ditawari ikut, siapa yang tak mau? Adalah Isma, seorang adik kelas saya semasa menempuh studi dulu. Ia aktif sebagai trainer outbond sejak.. saya sendiri baru tahu kalau dia aktif di kegiatan jelajah alam di tahun 2012.. Haha, saya ke mana saja? Masa baru tahu kalau adik kelas yang selama ini suka curhat tentang tugas akhir ternyata punya hobi yang mirip.. ah, ga ada kata terlambat! Setelah saya sukses mengikuti 1st repling sebulan sebelumnya, kami pun kembali mencumbui lereng Merapi. Beramai-ramai??! Siapa takut! :mrgreen:

Tanggal 24 Juni 2012 lalu semuanya benar-benar terlaksana. Kami berangkat satu tim membelah pagi menuju Gardu Pandang, Kaliurang. Ya, di sanalah kami berkumpul, start sekaligus finish. Acara yang diadakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman ini menurut informasi panitia menempuh setidaknya 8 km jalur tracking. Catat ya, setidaknya! ๐Ÿ˜€ Saat dilalui sendiri.. hm, saya pikir lebih dari 8 km. Lha iya, kan yang diukur oleh panitia adalah jalur pada peta, bukan naik atau turunnya jalur yang ditempuh, catat! ๐Ÿ˜†

Selama perjalanan kami dibekali selembar kertas karton. Ya, miriplah dengan acara wade game Pramuka.. tiap kali melintasi pos, lembar tersebut akan dibubuhi stempel panitia. Barangsiapa tidak lengkap stempelnya, dianggap gugur dan tidak dimasukkan dalam pengundian doorprize.. Hm, doorprize.. bukan tujuan utama saya, membuat otot kaki kekar itu baru tujuan. #eh? ๐Ÿ˜†

Butuh waktu setidaknya 3 jam untuk menempuhnya. Maklum, saya lebih suka mempertahankan stamina. Daripada saya genjot di awal, tapi tahu-tahu pingsan di jalan.. berabe kan! Maka, saya memilih berjalan lambat-lambatย bersama seorang ibu yang telah berputra 3 orang, Bu Retno namanya, sembari mengabadikan pemandangan yang subhanallah, luar biasa cantiknya.. Alhasil, kami berdua paling akhir (maksudnya, paling akhir untuk rombongan GMTC-FMT) :mrgreen: Nah, karena 3 jam berjalan kaki dengan ransel dan sandal gunung itu bukan hal yang mudah untuk dituliskan *halah beralasan ๐Ÿ˜› *, maka biarkanlah dokumentasi perjalanan saya tampilkan dalam slide berikut ini. Yang jelas, saya akan tetap cinta pada Merapi, betapapun peristiwa erupsi dua tahun lalu itu luar biasa mencekam. Sama halnya mencintai hiking, betapapun melalui 3 jam Ekspedisi Lereng Merapi itu bukan hal mudah. ๐Ÿ™‚

[slideshow]

0 thoughts on “Menjajal Nyali di Ekspedisi Lereng Merapi 2012

  1. jadi inget pas SMP, saya juga pernah hiking 13km dr perbatasan purbalingga-baturraden sampai bumi perkemahan baturraden.gemporrrr

  2. Nyong gak suka hiking, mba. . .
    PAdahal aku dulu suka, tapi sekarang koq ya mau pingsan kalau hiking2 gitu. ๐Ÿ˜€

    Eh, tadi aku liat sapi. .. ๐Ÿ˜€

    1. hmm, itu tuh kalau kurang latihan fisik.
      ingat untuk olahraga, Bibi Idah.. jadi kalau naik ke Dieng lagi ga kapok hehe ๐Ÿ˜€

      sapi? di tempatku mah banyak ๐Ÿ˜›

    1. ayoo, kalau ke Jogja lagi jangan cuma mampir ke sunmor UGM.
      naik ke Kaliurang ya, Bebe Niar.. biar makin “Jogja, Cinta Tanpa Akhir” #kode ๐Ÿ˜ณ :mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *