Menghibur Ezy

Ezy… Siapa yang belum kenal dengan motor saya ini? Yang antik dan tiada duanya (menurut saya) *abaikan! 😛 Eh tapi kalau ada yang masih penasaran, boleh singgah di tulisan paling detail tentang my beloved Ezy lhoo.. 😆

Baiklah, bicara soal Ezy dan musim hujan, ibaratnya seperti melihat trending topic di twitter kepala saya. Antara bersyukur atas karunia Gusti Allah SWT dan mengeluh karena itu berarti saya harus sejenak berjalan lambat. Slow kalau kata orang Walandi sana. Memangnya? Ezy itu lemah dengan air. Bukan asal kecipratan lho, lebih tepatnya alergi hujan. Hm, mungkin seperti saya juga. Apa itu dipengaruhi juga oleh lambang zodiak saya yang biri-biri itu #eh 😛

Nah, kalau Ezy sudah mulai basah karena derasnya hujan, saya yang harus pintar-pintar menghiburnya. *pakai kostum badut* Itu seperti yang saya alami kemarin sore. Saya memang pulang lebih sore dari biasanya. Langit Bulaksumur sudah mendung dan heiii.. yang paling mengkhawatirkan adalah langit sebelah utara. Dalam hati saya sudah berdoa, request sama Gusti Allah supaya hujannya dimundurkan seperti biasa *memang bisa?*

Percaya atau tidak, sering saya mengalaminya. Entah, itu bernama  dimundurkan, ditunda, atau apa.. yang jelas hujan turun demikian derasnya begitu saya sampai di rumah. :mrgreen:

Oke, anggap saja itu hiburan buat saya. Meski begitu, kadang saya juga kena apes. Harus berbasah kuyup dan bonusnya bertambah ketika Ezy ngambek di tengah perjalanan. Kemarin sore adalah edisi ke sekian puluh atau mungkin… ratusan? Lebih! *ngiklan lebay*

Yup, Ezy ngambek tepat ketika perjalanan tinggal sekitar 1 km ke depan. Saya sudah berusaha memberi dia sorakan paling manis ala cheerleader, tapi sayangnya tidak mempan. *ouch! 🙁 Alhasil, saya harus menuntunnya ke tepian, ke sebuah emper toko yang tutup. Suasana gelap menjelang magrib ditambah mendung tebal membuat saya gak ngeh kalau di situ juga sedang berteduh dua orang anak muda, mungkin seusia dengan adik ragil saya. Saya pinggirkan Ezy dan berteduh di sebelah mereka hingga kondisi memungkinkan untuk menghibur Ezy.

Lumayan lama juga saya menanti hujan sambil mengamati jalan. Tidak ada yang menarik, tentu saja! Rok dan jaket sudah basah kuyup, yang ada menikmati rasa gatal dan lengket di badan.. hmm, tahan, Phie! Beberapa menit berlalu, hujan mereda. Lampu emper toko tiba-tiba menyala. Mungkin si empu toko merasa kasihan melihat kami njedhindhil (=basah kuyup) kedinginan. Syukurlah… Suasana jadi lebih menyenangkan. Mulailah saya menghampiri Ezy. Memindahkannya ke tempat yang lebih teduh, mencoba men-starter-nya beberapa kali. Beberapa kali memencet tombol starter, tidak berhasil juga. Tiba-tiba salah seorang dari anak muda tersebut menghampiri saya.

“Saya bantu, Bu…” katanya.

Baguuus! Ini dia calon pria sejati, kalau ada yang membutuhkan bantuan tanpa diminta pun turun tangan. Beberapa kali dia berusaha men-starter Ezy dengan starter kaki. Saya salut juga dengan usahanya, meskipun pada akhirnya gagal. Ckckckck… Ezy, sepertinya saya (lagi) yang harus menghiburmu.

“Makasih, Mas.. Coba saya yang starter lagi. “

Anak muda itu menjauh, mempersilakan saya mengambil alih komando. Baiklah, saya mulai acara menghibur Ezy. Tak perlu memakai kostum badut karena mantel hijau yang saya pakai dengan beberapa tambalan di sekitar leher itu cukup membuat ibu saya menggeleng kegelian seperti sedang melihat seorang badut sirkus :mrgreen:

Saya pun membuka jok, lalu membuka kotak peralatan. Di kotak tersebut tersimpan peralatan yang siap sedia digunakan pada kondisi darurat. Dua alat saya sambar. Tak tahu apa namanya, yang jelas itu digunakan untuk membongkar busi! Ah, saya lupa  membawa lap kering! Selain itu seharusnya saya membeli busi cadangan beberapa hari sebelumnya ketika mengantar Ezy check up di Prima Motor. Heran, kalau sudah terjepit seperti itu baru ingat. Namun, benar kata pepatah, menyesal sungguh tiada berguna. Tidak pula bisa memperbaiki keadaan, apalagi membuat Ezy tahu-tahu sembuh dari ngambeknya.

check up terakhir Ezy di Prima Motor: ganti laker depan
check up terakhir Ezy di Prima Motor: ganti laker depan

Saya tahu harus apa. Ini berkat sindiran ibunda tercinta beberapa tahun lalu… sindiran tentang pengetahuan minimal yang harus saya tahu sebagai pengendara sepeda motor. Kedua tangan telah siap beraksi memainkan kedua alat tadi, lalu saya mengambil posisi jongkok dan mulai membongkar busi. Benar saja, basah dan sedikit kotor. Untung hanya sedikit, saya tidak membawa amplas. Sementara lap kering pun terlupa. Scarf penutup muka saya juga sudah basah, tidak mungkin lagi menggunakannya.. kecuali, masih ada satu barang yang bisa saya gunakan. Saya meraba-raba rok. Bagian bawahnya basah, tapi lebih ke atas masih kering. Hahaha.. siapa yang bisa melihat kecuali saya? #eh *tengok kanan-kiri* Untung saja rok saya itu berwarna gelap, lagipula sesampainya di rumah juga dicuci. Kotor, basah, siapa takuuut?!

Akhirnya saya lap busi lalu mengembalikannya, mengencangkan, dan memasangnya kembali seperti sedia kala. Meniup-niup tutup busi, lalu memasangnya ke ujung busi sampai bunyi klik. Dua alat ajaib itu segera kembali ke kandangnya. Jok saya tutup. Welldone!! Tinggal bibir komat-kamit membaca basmalah sambil menekan tombol starter…,

“Nggrruungg!!”

Alhamdulillah..! Berhasil juga acara menghibur Ezy petang itu. Saya panaskan sejenak mesin sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

Eh tapi, apa kabar dua orang anak muda baik hati tadi ya? Mereka terlihat setengah bengong melihat saya menghibur Ezy. Saya sih gak bereaksi apa-apa selain mengucap terima kasih atas bantuannya lalu ngeloyor pergi. Ayo, Zy.. kita pulang lalu mandiii!! :mrgreen:

Tag , , , ,

8 thoughts on “Menghibur Ezy

  1. Dari awal ketemu dirimu…aku dah yakin banget Phie itu cerdas dalam hal apapun….salut dgnmu…kulihat EZY mu sungguh2 menyatu denganmu…

    Sama nih ama Mbak Niken…nek Varioku, iso gak yo aku menghiburnya.. 🙁

    1. Ah, Mbak Lies iki lhoo… 😳 *buru2 ambil ember buat tutupan*
      Hehe, Ezy suka begitu, Mbak.. sok manja eh ngambek ding, butuh dielus-elus 😆

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *