Bingkisan dari Chef Ikang

Bingkisan. Alhamdulillah, satu kata ini mengingatkan saya pada orang-orang di sekitar saya yang sering bermurah hati membagi yang mereka punya, tak terkecuali salah seorang siswa saya. Sahabat, masih ingat dengan kisah saya tentang Chef Ikang? Iya, yang bulan Mei lalu berulang tahun tepat sehari sebelum pelaksanaan UN SD, masih ingat, kan? Terakhir kalinya saya berjumpa dengannya adalah tanggal 10 Juni lalu. Sore itu jadwal terakhir les Rara (adik Ikang, red.). Karena hari berikutnya adalah hari terakhir ujian kenaikan kelas Rara, maka hari itu sekaligus menjadi hari terakhir les sebelum kenaikan kelas. Ibu mereka mengisyaratkan untuk rehat les selama liburan. Jadilah, sekarang ini jadwal mengajar sedang free.

O ya, kembali pada tema kita, bingkisan. Lalu apa hubungannya antara bingkisan dengan jadwal les terakhir? Saya sama sekali tidak menyangka. Bahkan tak ingat soal mimpi saya di malam sebelumnya. Yang jelas, hari itu les berlangsung ceria seperti biasanya. Namun, di saat-saat saya hendak pulang (biasanya memang sembari ngobrol sejenak dengan ibu mereka), saya benar-benar tidak menyangka kalau Chef Ikang yang lulus UN (alhamdulillaah.. ๐Ÿ˜€ ), bakal membuat saya terharu.

Memangnya kenapa?

Ia menyerahkan sebuah kotak beraksen hijau dengan tutup bergambar sepatu lucu warna-warni sembari mendekat ke arah saya,

โ€œMbak Jupi…, ini buat Mbak Jupi. Terima kasih banyak ya sudah bimbing aku….โ€

Well, itu kalimat sederhana. Kedengarannya memang begitu, tapi … tidak bagi saya. Saya yang tadinya sedang asyik berbincang dengan ibunda Ikang dan Rara, mendadak berhenti.

โ€œEh, apa ini, Mas?โ€ tanya saya setengah kaget.

bingkisan dari Chef Ikang, isinya? selembar kain batik Danar Hadi :)
bingkisan dari Chef Ikang, isinya? selembar kain batik Danar Hadi ๐Ÿ™‚

Surprise benar melihatnya mengangsurkan kotak tersebut. Sembari mengambil jeda karena terharu, saya berseloroh,

โ€œEmber…, mana ember, Mas Ikang? Mbak Jupi mau nangis nih…โ€

Kontan yang kala itu ada di ruang depan (Bu Yunita, Ikang, Rara), terkekeh.

โ€œTerima kasih banyak ya, Mas Ikang….โ€ lanjut saya masih dengan mata mbrambangi menahan haru.

Bingkisan dari Chef Ikang sekeluarga bukan itu saja dan yang saya terima sore itu bukan pertama kalinya. Saat saya berulang tahun Maret lalu, saya tak luput dari kejutan mengharukan.

21 Maret 2013. Saya datang lebih malam.. lebih tepatnya petang. Begitu tiba di depan rumah,

โ€œKok pintunya ditutup? Rumah sepi?โ€

Saya kebingungan. Seingat saya, tidak ada pemberitahuan lewat telepon maupun SMS tentang pembatalan jadwal les. Padahal petang itu ada jadwal les Bahasa Jawa untuk Rara. Setengah ragu saya melangkah menuju teras; mengetuk pintu sambil uluk salam. Suara Bu Yunita menjawab salam saya dari dalam rumah. Begitu pintu dibuka, tahu apa yang saya dapat?

Sebuah kue ulang tahun lengkap dengan lilin-lilin kecil menyala disodorkan ke hadapan saya. Ya Allah… ๐Ÿ˜ฅ Terharu benar saya dibuatnya. Sayang sekali saya tak sempat mengambil foto dengan kamera ponsel. Dokumentasi ada di ponsel ibu Ikang dan Rara dan belum di-share ke mana-mana. Syukurlah, hehehe. ๐Ÿ˜€

Ah, ya… mengenang hal-hal seperti yang saya kisahkan di awal Ramadhan 1434 H ini sungguh menyenangkan. Bukan saja membuat saya elingย untuk senantiasa bersyukur atas karunia Gusti Allah SWT yang tiada berbatas, melainkan juga eling bahwa masih banyak orang di sekitar yang peduli, menyayangi, dan menghargai saya. Itu semua kian meyakinkan saya bahwa sejatinya hidup adalah tentang berbagi, tentang memberi dan menerima. Barangsiapa memberi yang baik, niscaya Gusti Allah SWT akan menggantinya dengan hal-hal berharga untuk diterimakan kembali kelak sebagai imbalan; entah itu rezeki berupa materi ataupun persaudaraan; yang kasat mata maupun yang tidak, insyaAllah.

Hmm…. Sepertinya celoteh saya pagi ini cukup. O ya, selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1434 H untuk Sahabat yang menunaikannya. Semoga Gusti Allah SWT meridhoi puasa dan amalan kita selama โ€œbulan diskonโ€ ini. Aamiin… Happy fasting, Pals! ๐Ÿ˜‰

0 thoughts on “Bingkisan dari Chef Ikang

    1. iya, senang dan haru nyampur ๐Ÿ˜ฅ
      alhamdulillah, ada banyak cara Allah menyayangi tiap hamba-Nya, termasuk lewat sesama ๐Ÿ™‚

    1. belum, Pak Mars… ๐Ÿ™ masih numpuk bersama beberapa kain lain.
      nyari penjahit menjelang lebaran begini rada susah ๐Ÿ™‚

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *