Entah, mau disebut apa pertemuan saya dan teman-teman alumni SDN Candirejo bulan Ramadhan lalu. Bermula dari iseng membuat status di facebook lalu menge-tag beberapa di antara mereka, sesama alumni 1996, komentar pun sahut-menyahut muncul di kolom komentar. Sebenarnya saya sekadar meluapkan rindu kepada teman-teman masa kecil. Waktu itu saya sedang konsen mengarap tulisan dengan tema permainan anak tradisional. Ada lomba menulis di Kompasiana, sayangnya saya tak mampu mengejar tenggat karena masih ada hal lain yang harus diselesaikan di redaksi. *lirik draft* *sigh*
Kadang saat saya mengerjakan sesuatu, ada kenangan yang begitu saja terikut di dalamnya; serupa seperti saat mengejar draft yang tak selesai itu
Lalu, kenangan macam apa itu? Saya pernah menulisnya di awal-awal memulai blog ini (silakan menengok Inpres di Suatu Masa Masa). Sekolah kami memang awalnya berstatus di-instruksi-kan presiden (baca: inpres), maka orang-orang pun lebih mengenal SD Inpres Candirejo, ketimbang SD Negeri Candirejo. Ya, maklum juga karena Orde Baru itu berlangsung 32 tahun lamanya. 😛 #eh gak nyambung
Baiklah, kembali ke fokus! 😀
Bagi saya yang doyan bersosial media, melakukan tag seperti di status yang saya tujukan kepada teman-teman itu adalah hal yang wajar. Banyak juga kok teman blogger yang melakukan colek sana-sini, terutama jika tulisannya terinspirasi oleh orang lain. Iseng saja, saya melakukan hal yang sama. Eh, lha kok respons teman-teman jadi antuasias menginginkan reuni. Wah, maaf ya, keisengan saya jadi pemicu rupanya! 🙁
Padahal yang namanya reuni itu, sekalipun yang diundang hanya satu angkatan (lebih kurang 50 orang), tetap saja memerlukan persiapan yang tidak sedikit. Sementara itu, di sisi lain, banyak juga teman yang bekerja di luar Jogja dan hanya bisa mudik setahun sekali menjelang hari raya. Setelah hari H, semua akan sibuk silaturahim ke rumah kerabat masing-masing. Satu-satunya jalan adalah acara buka puasa bersama sebagai pengganti reuni. Siapa tahu setelah acara ini, kami akan lebih mudah berkomunikasi untuk persiapan reuni angkatan.
Lalu, baiknya bagaimana ya? Saya berpikir keras. Tidak enak hati rasanya membuat mereka berangan tentang reuni. Maklumlah, sedari tahun kelulusan, belum sekali pun kami bertemu. Selama 17 tahun?! 😯 Ya, selama itu. 😀
Saya masih diam saja melihat komentar mereka, mengamati. Eh tak tahunya ada yang berkomentar sedikit memojokkan. Kalau saya hanya diam, kata seorang teman (Zulfan), itu artinya saya tidak bertanggung jawab. Waaah! Saya kan sekadar iseng, Pak Zul! 😥
Di rentang waktu yang sempit itu, saya pun mencari info. Hari raya tinggal sepekan lagi, sementara tempat pertemuan belum bisa dipastikan. Saya bergerak, membagi tugas kepada Novi, Mustofa, Andik, dan Marjono untuk menjadi humas (dadakan). Tugas mereka adalah menghubungi teman-teman di wilayah masing-masing. Siapa tahu yang datang tak hanya yang saya tag di status. #ngarep Sementara itu, saya yang mengusahakan booking tempat.
Akhirnya, setelah terlontar beberapa argumen, diputuskanlah waktu dan tempat buka bersama: Waroeng Steak and Shake (WS) Jl. Kaliurang km 14, hari Senin, 5 Agustus 2013 pk. 16.00 s.d. selesai. Hari itu pas sekali dengan hari terakhir WS buka. Beruntung! 😀 Ya, meski bagaimanapun hectic-nya tempat ini, kami tetap datang. Dari 15 orang yang mengajukan kesediaan datang (Andik, Jarot, Marjono, Mustofa, Nur Cholis, Novi, Ratna, Sholikhah, Sugeng, Sulis, Surmiyati, Umar, Yukron, Zulfan, saya); hanya 11 orang yang benar-benar hadir.

Alhamdulillah, mendadak reuni pun terlaksana akibat iseng nge-tag teman-teman. Tak selamanya iseng itu useless, ya kan?
Well, here it is! Sebelas orang alumni 1996 dari SDN Candirejo … hm, satu di antaranya pernah menjadi orang yang spesial bagi saya, kira-kira yang mana? 😉 😆
Boleh percaya boleh tidak …
kami pun baru saja reuni dadakan … sore tadi …
reuni teman SD … 1975
rencananya sudah sejak kapan ? Sejak pagi harinya…
singkat cepat … getok tular … sms an modalnya …
Hasilnya … 7 orang datang … ha ha hi hi …
di kedai Bakso kenangan masa kecil … yang sampai sekarang masih tetap berdiri …
Alhamdulillah menyenangkan
salam saya
WOW … 😯 itu namanya super ekspres, Om 😆
seru ya walaupun reuninya mendadak
bener, Mbak 😀
Aku tau someone spesial itu…. hehehe 😀
Hahaha memang siapa, Mas Mf? Yang mana coba? 😛
Jamannya SD Inpres, nama sekolahnya kadang cuma disebut SD Inpres gitu saja, tanpa diembel-embeli nama desanya
Hehe tahu saja, Pak Mars. Di daerah kami memang Candirejo satu-satunya SD yang berstatus inpres waktu itu 😀
mmm….jangan2 sampe sekarang masih spesial ya mbak Jatu? xixixi … oia, maaf … karena beban kerja di kantor saya dan suami, maka kita reschedule ulang kepulangan mudik. Jadi gak bs ikutan reuni … kapan ya kira2 diadain lg?
hahahahaha *ngakak hampir kejengkang* 😆
masa lalu, Mbak, biar saja begitu.. toh, kita gak bisa mengubahnya kan? 😉
iya, tanpa Mbak Ita ada yang kurang waktu itu. ya bisa maklum saja. mudah-mudahan bisa dikoordinasikan lagi ya, aamiin 🙂
trimakasih buat artikelnya yang baik