Bicara soal rasa percaya diri (alias pede), itu milik setiap orang. Laki-laki atau perempuan sama saja. Sayangnya, tingkat kepercayaan diri dari tiap orang tetap saja berbeda, tergantung bagaimana mau menghargai dirinya. Faktor fisik kadang menjadi salah satu penyebabnya. Merasa tidak cantik/tampan-lah; merasa terlalu pendek/tinggi-lah; merasa terlalu kurus/gemuk-lah; merasa terlalu legam, dan masih banyak ‘merasa’ yang lainnya. Hm, kalau diurut-urut bisa-bisa habis waktu saya mencari kekurangan diri. Bisa tak kelar juga postingan blog ini. 😆
Well, di antara sekian banyak ‘merasa’ itu, yang paling parah adalah minder gara-gara bau badan. Saya pernah merasakan seperti itu. Maklumlah, menjadi perempuan angin (baca: aktif di luar ruangan), ya … begitulah efek sampingnya. Orang bilang berkeringat itu sehat, tapi kalau produksi keringat banyak tentu akan memicu berbiaknya bakteri, apalagi jika saya keliru memilih produk … wah, bisa gaswat!
Masalah ini pernah membuat saya beberapa tahun gonta-ganti produk untuk dibalurkan di ketiak. Dari mulai bedak tabur wangi, body cologne, sampai deodorant. Tadinya saya pikir memakai bedak tabur saja beres perkara. Haha, iya kalau saya tak sedang banyak beraktivitas. Eh, begitu saya berkeringat sedikit saja, duuh … ketiak lengket, bur-ket deh! Gak nyaman rasanya kalau sudah begitu. 🙁
Lain waktu, saya coba body cologne, sok bergaya remaja gitu. Sama saja dengan menggunakan bedak. Awalnya segar, tapi … meski saya tidak lagi merasa tak nyaman akibat ‘bubur’ di ketiak, penderitaan saya akan bertambah jika waktunya berkeringat tiba. Hohoho, wanginya cologne bercampur dengan keringat dan bakteri = bau badan lebih menyengat! Aduh, rasa-rasanya gerombolan bakteri di badan berteriak kegirangan. Terus, kapan dong saya bisa berkeringat dengan tenang? ❓ *mikir*
Akhirnya, saya mencoba produk deodorant. Saya pikir dengan kandungan anti perspirant-nya, deodorant akan jauh lebih kuat menekan produksi keringat di ketiak. Gampangnya, kalau ketiak kering, bakteri tidak akan berkembang biak. Dan, … kalau tidak ada bakteri, tidak akan ada juga bau badan, yeay!! 😀
Bau badan tidak lagi mengganggu itu kabar baik, tapi masih saja ada yang mengganjal dalam hati.
“Produk deodorant yang saya pakai ini termasuk kosmetik halal atau bukan?”
Nah lho! Pertanyaan macam ini sering sekali muncul di benak saya; apalagi kalau habis mandi pagi, pakai deodorant, dilanjut sholat Dhuha. Hmm, lagi-lagi mikir deh …
Setelah beberapa lama saya mencari-cari, alhamdulillah … mungkin sudah menjadi jalan dari Gusti Allah ya; siang itu (sekitar bulan Maret 2013) saya melihat produk deodorant Wardah di salah satu rak pajang di swalayan Kopma UGM. Nah, ini dia yang saya cari! Sepertinya semboyan ‘Halal is My Life’ sudah mulai didengungkan, maka saya putuskan untuk banting setir, eh .., ganti deodorant halal, maksudnya. 😀

Nah, akhirnya kalau sudah nyaman begini, gak ada bur-ket, gak ada bas-ket; saya pun akan makin tenang menjalankan aktivitas di luar ruang. Misalnya?
1. Ikut reppling. Ini adalah cara saya supaya tidak phobia ketinggian 

2. Ikut hiking. Yakin deh, betah sekali mengagumi gunung dan ciptaan Gusti Allah yang indah, subhanallah. Kapan lagi ya ikut nanjak bareng teman-teman? 😀

3. … atau juga jogging sembari nyengir lebar karena saya terbantu oleh kehadiran Roll on for Her-nya Wardah.

Tidak ada lain selain rasa terima kasih karena Wardah telah memudahkan hidup seorang perempuan angin seperti saya. 😉 Well, sekian kisah saya tentang tetap percaya diri dan aktif bersama Wardah. Semoga bermanfaat. 🙂

Wah promosi nih… Xixixixi
iyaa, biar gak bau badan, Kang 😛 😆
Iya dong. Masa cewe punya bb. Kan co co yg mau ngedeketin jg illfeel
nah, itu diiaaa 😀
nah, itu diiaaa 😀
Xixixixi…. Bahaya…
Apanya yang bahaya? 😛 Kan udah gak bb lagi ya? 😳
Bahaya klo sampe yang ta bilang td. Illfeel
kalau pake wardah trus tambah pede ya joss banget. semoga menang Phie!
hehehe iya, Om Rudi 🙂 aamiin, makasih doanya, Om
hehehe iya, Om 🙂
aamiin, terima kasih doanya 😀
Saya malah baru tahu lho, ada deodorant dari Wardah. Jadi pengen banting stir ke deodorant by Wardah deh…. hehehe
Baru tahu, Mbak? Oh, mungkin juga karena belum ada iklannya ya. Boleh, silakan dicoba, Mbak. Saya sih lebih tenang jadinya 🙂
Phie..nanggonku rung ono deodoran wardah..sesuk njaluk yoo…hihihihi
Good luck ngotesnya Phie..
Lhoo, Mbak Lies juga? Hehehe produk ini harusnya dikenalkan juga biar para muslimah pun milih yang benar. Ckckck wis kaya saf marketing aku iki ya, Mbak 😛 😆 Matur nuwun doanya, sukses juga untuk Mbak Lies 🙂