Alhamdulillah, tidak ada lain yang bisa saya ucap … Desember ini saya mendapat lagi rezeki dari hasil menulis puisi. Bukan di media cetak (yang masih saya impikan itu), tetapi dari sebuah lomba puisi cinta untuk kekasih ke-2 yang digelar oleh Aura Ide.
Waktu pengumuman, saya hampir tak percaya kalau puisi yang saya ikutsertakan, Cinta Tanpa Jeda, masuk di antara yang terpilih sebagai pemenang. Kalau saja pagi itu (16 Desember 2013) tidak ada SMS pemberitahuan sekaligus transfer pulsa, barangkali saya sudah melupakan si Cinta Tanpa Jeda hehehe π
Begitu pulsa masuk, saya buru-buru online dan mengecek kebenarannya. Masa sih, saya termasuk yang menang. Kualitas tulisan saya masih just so-so, standar menengah ke bawah, jadi apa mungkin? Setelah membuka pengumuman tertanggal 15 Desember 2013, baru saya percaya. Cinta Tanpa Jeda tercantum di sana, nomor 2. Selain nama saya, ternyata puisi Pakdhe Cholik (nomor 1) dan Kang Sukadi (nomor 3) pun ada. Wah, senangnya bisa menang sama-sama. Selamat ya, Pakdhe dan Kang Kadi! π
Yang rada lucu, saya malah gak ngeh sama sekali dengan hadiah lomba ini. Setahu saya, hadiah pulsa itu sudah alhamdulillah ya, eh … tak tahunya beberapa hari kemudian tepat hari Sabtu sore, Pak Pos mampir ke rumah. Kiriman tersebut diterima oleh saudara saya (yang ngepasi berjualan di kios depan rumah). Saya pikir siapa. Saya sempatkan sekadar melongokkan kepala dari balik pintu rumah lalu kembali masuk. Eh tak dinyana kiriman tersebut untuk saya. Itu saya ketahui ketika ibu membawa masuk sebuah amplop coklat.
βDapat kiriman kok sering-sering, terkenal tenan ta, Mbak?β kata ibu berseloroh.
Anehnya, menanggapi perkataan ibu, kelinglungan saya justru kembali berlanjut. Saya baca baik-baik nama dan alamat si pengirim, Edi (Warnet Citra Dewi) – Banyuwangi. Memangnya saya menang apa lagi ya? Kok bisa-bisanya ada pemilik warnet yang jauh-jauh mengirim bingkisan untuk saya? β Heran.
Baru setelah me-lerem-kan pikiran dan duduk sembari mengingat-ingat, ah … ingat juga bahwa Edi adalah nama si empu Aura Ide. Langsung saya SMS Pak Edi β Aura Ide dan berterima kasih atas kirimannya, sebuah USB flash disk Toshiba 4 GB dan sebuah card reader. Alhamdulillah, baru kali ini saya menerima bingkisan se-special ini untuk lomba puisi. Terima kasih banyak, Pak Edi dan Aura Ide. π Lain kesempatan, semoga bisa turut memeriahkan lagi lomba puisi serupa. (Aamiin).

O ya, adakah di antara Sahabat yang masih penasaran dengan Cinta Tanpa Jeda? Silakan intip Cinta Tanpa Jeda di Aura Ide. π
Sesuai tema yang dilombakan, puisi cinta untuk kekasih, maka saya ulik kenangan masa lalu; zaman masih LDR-an dengan Captain Cartenz.
Meski saat ini kami sudah tidak lagi LDR, kenangan indah tetap saja hidup dan menjadi sumber inspirasi. Well, sepertinya Capt juga suka dengan puisi yang saya tulis ini. Kok tahu? Kan saya kasih tahu. π π
Baiklah, sepertinya sekian dulu ya tulisan (random-gak jelas) ini; daripada saya teruskan lalu tambah gak jelas. π Yang berlalu biarlah berlalu, tapi semisal masih bisa dijadikan inspirasi …, ya dituangkan saja. Siapa tahu dapat pelipur lara. #eh Selamat menulis! 

Selamat ya Phie
Matur nuwun, Mbak Ika π
Selamay ya mbak….
Matur nuwun, Mas Huda π
congrats ya mbaksudah saya baca juga puisinya…keren kereen
Many thanks, Mbak Erna π
wah hebat nih Phie, selamat ya
Matur nuwun, Mbak Lidya π
selamat mbak, lanjutkan…
terima kasih, siap, lanjutkan! π
Anda layak menang!
terima kasih, Pak Edi. lain kesempatan semoga bisa ikut memeriahkan lagi π