Apa Kabar Anak-Anak?

Apa kabar anak-anak, ya? Ujian nasional dan ujian kenaikan kelas baru saja lewat. Siswa-siswi saya saat ini sedang asyik menikmati liburan. Dua di antara mereka, Rio dan Rara, sedang sibuk mempersiapkan diri menapaki jenjang sekolah yang baru. Kabar baik saya terima dari ibunda mereka. Tanggal 18 Juni lalu, Bu Eka menyampaikan kabar via SMS bahwa Rio lulus UN SMP dengan NUN 30,40; sementara tanggal 23 Juni lalu, Bu Yunita menyampaikan kabar bahwa Rara lulus UN SD dengan nilai 27,70. Syukur alhamdulillah. 🙂

Lalu, bagaimana dengan yang duduk di bangku kelas VII—Dana, Ikang, Lisa, Zulfa? Hmm … hanya Dana yang beberapa hari setelah ujian kenaikan kelas memberi kabar lewat telepon rumah. Ada keceriaan yang bisa saya rasakan dari nada bicaranya. Secara gamblang, ia menyebut angka pencapaiannya yang naik beberapa poin, sehingga rangkingnya secara paralel pun naik dari posisi 75 di semester I menjadi 33 di akhir semester II ini. Sekali lagi, syukur alhamdulillah. 🙂

Ngomong-ngomong, saya masih menunggu kabar dari Ikang, Lisa dan Zulfa, berharap ada kenaikan pencapaian pula dari mereka. Atau juga dari Irma, mantan siswa saya yang mengundurkan diri pada pertengahan semester lalu. Bagaimanapun, siswa atau mantan siswa, saya akan turut senang jika mereka membawa kabar gembira terkait pencapaian mereka di sekolah.

study photo: study a57yc3.gif
credit

O ya, bicara soal pencapaian siswa, saya percaya bahwa apa yang mereka peroleh sejauh ini adalah berkat usaha dari beberapa pihak. Orangtua, guru di sekolah, guru les/tutor (jika ada), teman bergaul, orang-orang di lingkungan sekitar, dan—yang terutama terletak pada diri—siswa itu sendiri sebagai main executor. Arahan apapun yang diberikan oleh guru/tutor tidak mungkin berefek jika beberapa pihak yang saya sebut tadi tidak bekerja secara seimbang.

… dan satu hal lagi, bagi saya pribadi, angka bukan segalanya. Justru proses mencapai dan mempertahankan prestasi siswa adalah yang terpenting. Buat apa mereka punya nilai bagus, tapi hanya saat belajar bersama tutor lesnya? Oleh sebab itu, saya lebih menekankan pada pemahaman konsep setiap kali menemani anak-anak belajar; seperti yang selalu saya sampaikan kepada mereka,

“Pahami konsepnya, lalu mainkan!”

Kedengarannya sederhana. Konsep serupa fondasi utama untuk berpikir dan meletakkan cara pandang. Tanpa pemahaman konsep yang baik, mereka akan kesulitan saat berhadapan dengan soal yang bervariasi. Maka, kalau mereka merasa belum paham, saya akan berusaha sabar dan mengulangi penyampaian materi sampai mereka paham. Well, benar bahwa menjadi tutor itu ujian hidup yang nikmat bagi saya. Bersama anak-anak saya ditempa; bersama anak-anak saya ‘dipaksa’ untuk belajar lebih banyak.

Ah, postingan saya jadi berat begini, ya? Hehehe kadang memang perlu mengasup yang berat-berat, biar pikiran ga macam kerupuk; sekali keanginan lalu melempem. #eh 😛

Okay then, saya tak akan memperpanjang postingan ini. Buat siswa-siswi saya dan buat Sahabat semua … selamat berlibur, selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1435 H bagi yang menjalankannya. Have a nice day, Everybody. 😉

 

0 thoughts on “Apa Kabar Anak-Anak?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *