Ketika Ujian Anak-Anak Tiba ….

Bintang Setelah persiapan jelang ujian nasional dilalui oleh Bintang, 18 Mei lalu ia pun maju “perang” dengan segala keberanian yang dipunya. Di hari terakhir pertemuan les, ia mengatakan masih saja deg-deg-an dan sering sekali berandai jika nilainya baik atau sebaliknya; atau jika nilai kumulatifnya tinggi atau sebaliknya. Hmm, dasarnya dia ini talkative, yaa, ceritanya banyak.

Apa Kabar Anak-Anak?

Apa kabar anak-anak, ya? Ujian nasional dan ujian kenaikan kelas baru saja lewat. Siswa-siswi saya saat ini sedang asyik menikmati liburan. Dua di antara mereka, Rio dan Rara, sedang sibuk mempersiapkan diri menapaki jenjang sekolah yang baru. Kabar baik saya terima dari ibunda mereka. Tanggal 18 Juni lalu, Bu Eka menyampaikan kabar via SMS bahwa

Mengintip Keseriusan Dana dan Irma

Belajar supaya ilmu nyantol  itu sederhana modalnya, niat dan serius. Seperti juga dua orang siswa saya berikut ini, Dana dan Irma. Mereka sama-sama duduk di bangku SMP kelas VII, meski berbeda sekolah. Perhatikan ya, masing-masing punya gaya keseriusan tersendiri saat mengerjakan soal-soal Matematika, mata pelajaran yang (bagi sebagian anak) menjemukan. Dana serius dengan soal-soal tentang

Belajar Bersama si Gadis

Ada yang berubah dengan jadwal saya di semester baru ini. Hal macam begini telah silih berganti terjadi selama satu dasawarsa. Bukan hal ajaib, tetapi adalah hal yang ajaib jika teringat bahwa yang saya bimbing adalah anak-anak dari tetangga saya. Yang kala itu masih bayi, lalu bisa berjalan, berlarian di depan rumah … belajar mengendarai sepeda,