Cara Mengubah Format File Rekaman Ponsel (.AMR) ke .MP3

Lho, mengapa tiba-tiba (lagi) saya menulis tentang tutorial? Sebenarnya ini semua berawal dari pengalaman saya yang kebingungan saat hendak mengikuti lomba puisi Heartline FM bulan lalu. Emak wanna be macam saya tergolong orang yang rada susah kalau harus berurusan dengan hal-hal yang ribet/rumit. Emoh! Namun, beruntunglah saya ini kepo. *duuh! Jadi, sekalipun aslinya tidak suka ngutak-atik, gara-gara penasaran level bidadari #eh, saya pun tanpa sengaja BERHASIL ngutak-atik sesuatu. *lhoo? โ“

Okelah, daripada makin belibet beralasan, lebih baik saya mulai saja, ya. Waktu itu, sebelum saya memutuskan hendak turut serta di lomba baca puisi tersebut, saya memutar otak sambil berpikir,

โ€œYang penting rekaman suara saya jelas, ta? Pakai ponsel saja kayaknya cukup!โ€

Hihihi … pede sekali saya! ๐Ÿ˜›

Saking pede-nya, bahkan saya take action jelang magrib. Ya, sudah pasti … Ibu pun geleng-geleng kepala melihat saya di depan laptop (mantengi naskah puisi yang ditampilkan di website Heartline FM), sementara tangan kiri memegang si Sam (ponsel saya). Belum lagi posisi duduk bersila sambil membusungkan dada ….

Ya Allah Gusti, ini anak kesambet apa? mungkin begitu Ibu mbatin. ๐Ÿ˜›

Memang begitu kalau saya sedang fokus baca puisi. Kalau badan ga tegak, bagaimana suara bakal lantang? Masa membaca puisi bertema nasionalisme loyo? Ya, ga pantas! ๐Ÿ˜€

Nah, setelah rekaman yang terbaik (versi saya) sudah jadi, lagi-lagi saya bingung. Pada pengumuman lomba tidak tercantum soal format file rekaman yang dikirim ke panitia. Njur, aku kudu piye?

Saya amati rekaman yang saya buat berformat .amr. Ukurannya … cukuplah untuk dilampirkan di e-mail. Namun, rasanya ada masih yang kurang: kurang jernih. Yes, I need second opinion! Maka, seperti biasa, googling menjadi aktivitas penyempurna.

Dari hasil browsing sana-sini, saya kecantol di sebuah tulisan yang mengatakan bahwa โ€œkualitas .mp3 lebih baik daripada .amrโ€.

Masa iya, sih? โ“

Dari situ pula saya mendapat rekomendasi tentang website penyedia jasa online audio converter gratis. Namanya media.io. Langsung, deh, saya cuuss ke TKP. Sebenarnya masih ada ragu-ragu di benak saya, tapi tak ada salahnya dicoba, kan? ๐Ÿ˜‰

Berikut ini cara sederhana untuk mengubah format file audio .amr ke .mp3 lewat media.io:

  1. Sebelum kita memulai meng-convert si file audio, pastikan file rekaman dari ponsel sudah dipindah ke PC/laptop, ya. Saya kurang tahu, apa media.io bisa diakses via ponsel, tapi supaya lebih nyaman, pakai saja PC/laptop yang terkoneksi ke internet untuk melakukan proses ini.
  2. Masuk ke media.io. Begitu masuk ke sana, kita akan dihadapkan pada beberapa kolom. Di situlah file audio akan di-convert. O ya, usahakan ukuranย file tidak lebih dari 750 MB.

step 1

  1. Klik โ€œSELECT FILES TO UPLOADโ€ dan pilih file yang akan di-convert, lalu klik โ€œOpenโ€.

step 2

  1. Setelah file audio masuk, klik โ€œOUTPUT FORMAT (MP3)โ€ dan โ€œSELECT QUALITY (Extreme)โ€, lalu klik โ€œConvertโ€

step 3

  1. Tunggu, ya, file sedang di-convert.

step 4

  1. Last step. Saat proses convert selesai, akan muncul โ€œFINISHED CONVERTING YOUR MUSICโ€. Jadi, deh, file audio dengan format .mp3 siap di-download. ๐Ÿ˜€

step 5

Nah, coba bandingkan kilobyte-nya, Sahabat. Benar juga, ada kenaikan kilobyte yang cukup ekstrem di sini. Awalnya dari 71 KB (format .amr), ย setelah di-convert ke format .mp3 dengan kualitas paling bagus, si file audio menjadi berukuran 1 MB. Wah, pantas saja kalau kualitasnya juga naik. ๐Ÿ˜€

Okey, thatโ€™s all, Pals … sederhana, kan, cara mengubah file audio berformat .amr ke .mp3? Semoga bermanfaat dan selamat mencoba, ya! ๐Ÿ˜‰

 

0 thoughts on “Cara Mengubah Format File Rekaman Ponsel (.AMR) ke .MP3

      1. Udah ga pernah menghadapi file audio. Dulu pernah covert pas apply jd VO di stasiun Tipi. Tapi ga lolos dan gaa pernah lagi bikin rekaman audio selain main2 aja ma anak2 ๐Ÿ˜‰

        1. Nah, bisa jadi ide buat rekam suara anak-anak waktu nyanyi, kan, Om. Bakal jadi kado istimewa kelak saat mereka dewasa. ๐Ÿ˜€

        1. Udah ada yang jadi, Bang. Kalau mau dengarkan ada di SoundCloud saya

          [soundcloud url=”https://api.soundcloud.com/tracks/162074590″ params=”auto_play=false&hide_related=false&show_comments=true&show_user=true&show_reposts=false&visual=true” width=”100%” height=”450″ iframe=”true” /]

          O ya, nanti kapan-kapan saya ingin bikin tulisan lanjutan deh, masih ada kaitannya dengan rekam-merekam hehe, sabar yaa ๐Ÿ˜€

    1. Sebenarnya file .AMR juga bisa diputar pakai VLC, cuma karena harus dikirim via e-mail dan biar si panitia ga kerepotan, saya convert saja ke .MP3. Lebih umum juga kan?
      Terima kasih sudah mampir, Mbak Neni ๐Ÿ™‚

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *