Menjajal Manuk Londo Cupuwatu Resto

Wah, akhir pekan lagi, nih! Ada kisah apa lagi yang bisa saya bagi untuk Sahabat semua, ya? Hmm … o ya, saya punya sebuah kisah tentang manuk londo!

Manuk londo? Apaan tuh?

Sahabat yang belum pernah mendengar istilah unik ini mungkin akan berhasil nyengir lebar; sama seperti saat pertama kali saya mendengarnya. Please, jangan buru-buru berpikir yang engak-enggak, ya. πŸ˜›

Jadi, begini …. Manuk londo (lebih dikenal juga dengan sebutan malon), adalah menu kuliner Jogja khas Cupuwatu Resto. Restoran ini beralamat di Jl. Raya Solo km 11,8 Kalasan, Sleman. Letaknya yang strategis, di tepi Jl. Solo, mudah dijangkau bagi Sahabat yang berada di wilayah Jogja.

Sampai saat ini Cupuwatu Resto masih menjadi satu-satunya restoran di Yogyakarta yang mengandalkan menu manuk londo. Hayoo, siapa yang belum kenal dengan menu ini? Tenang, tadinya saya juga tidak kenal sama sekali dengan si malon. Memang, sih, beberapa bulan lalu saya pernah mendapat e-mail tawaran voucher diskon makan di Cupuwatu Resto. Menunya juga sama: manuk londo. Sayang, karena saya sedang sok sibuk, akhirnya voucher tersebut keburu sold out *ouch! πŸ™ Jadilah, saya memble sambil menahan tertawa geli membaca nama menu ini (lagi). Kapan ya, bisa menjajal manuk londo-nya Cupuwatu Resto? *mikir ❓

Sekitar dua minggu kemudian, tanpa sengaja saya membaca postingan seorang teman blogger yang mencoba menu malon, di mana lagi kalau bukan di Cupuwatu Resto. Makin penasaranlah saya! Apalagi kalau saya pas jalan melewati ring road utara menuju ke rumah salah seorang siswa di Kalasan, wiih … rasanya makin mupeng saja lihat papan iklan bertuliskan manuk londo lengkap dengan gambar burung berwarna merah-biru.

Nah, akhir pekan ini saya berkesempatan menjajal menu manuk londo atau lebih dikenal dengan nama β€œmalon”. Ada beberapa jenis menu malon yang disajikan di restoran ini. Yang kali ini saya coba adalah Malon ala Peking dan Es Teler Cupuwatu. Jadi, bagaimana rasanya? Mau tahu? *kedip-kedip mata gak jelas πŸ˜†

Malon ala Peking - Cupuwatu Resto
Malon ala Peking – Cupuwatu Resto

Jika dilihat dari luar, Malon ala Peking tampak merah-jingga. Sekali melihat, aduhai, saya tergoda. Lapar, Bu! πŸ˜› Apalagi dilengkapi dengan garnish sayuran warna-warni semacam selada, mentimun, dan tomat. Begitu mencicip rasanya, kesan pertama saya menu ini memiliki citarasa khas rempah. Kalau Sahabat suka makan sosis, nah … mirip tuh rasanya dengan sosis, tapi ada yang saya rasa sangat saya kenal di sini. Salah satu bumbunya pasti adas! Yakin! πŸ˜‰ Aroma ini sangat kental terasa saat saya mengunyah perlahan irisan daging Malon ala Peking, terutama bagian dada. Dagingnya lembut di bagian lebih dalam, tetapi di bagian dekat kulit saya kok merasa agak alot dan keras, ya? Hmm … mungkin karena saya memakannya tanpa bantuan tangan. Tiap kali mengoyak daging dengan sendok-garpu, malah terpeleset, lalu klonthang!. *duuh! πŸ™

Oke, rekomendasinya adalah memakan menu ini harus dengan tangan kosong. Ahahaha sudah macam pesilat saja, ya! πŸ˜› Overall, 3,5 dari 5 bintang, saya apresiasikan untuk Malon ala Peking.

Es Teler Cupuwatu
Es Teler Cupuwatu

Untuk Es Teler Cupuwatu-nya? Hmm, namanya juga es teler …. isi dan rasanya lumayan bikin saya teler, lho, Sahabat! Hihihi soalnya porsinya juga besar, gitu. πŸ˜€ Ditambah lagi isinya! Apa coba? Kelapa muda, alpukat, agar-agar, nata de coco, juga sedikit durian (yang teramati dalam jumlah kecil), juga garnish-nya yang manis: ceri. Begitu diseruput, terasalah aroma durian di mulut. Tidak kentara, tapi bagi penyuka durian, sedikit saja campuran durian, tentu akan tetap terasa oleh indera penciuman. Saya sematkan 4 bintang untuk menu Es Teler Cupuwatu.

Terpikat? Kalau Sahabat ada luang waktu, silakan mencicip menu manuk londo, salah satu kuliner khas Yogyakarta ini, lalu rasakan Manuk Londo yang memang BESAR dan TAHAN LAMA lezatnya!!! πŸ™‚

Happy weekend, Pals! πŸ˜€

banner

0 thoughts on “Menjajal Manuk Londo Cupuwatu Resto

  1. Aku kalau acara2 gitu jarang ambil yang ada tulangnya karena ribet. Kalau makan bareng keluarga baru deh ambil karena bisa pakai tangan hahahaaa

        1. Oh, saya pikir Dhico ikut juga kemarin. Lain kesempatan mudah-mudahan bisa ikut lagi di acara serupa, ya πŸ™‚
          Pengumuman? Seingat saya sih masih tanggal 27 Sept.

          1. Yang penting tetep manteng info terbaru di twitter, atau gabung ke KBJ, biar makin gampang akses info kegiatan macam begini πŸ™‚

            Aamiin. Makasih doanya, Dhic. Sukses juga buatmu πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *