Sewindu Bersama Sariayu

♫ Sudah sewindu ku di dekatmu … Ada di setiap pagi, di sepanjang harimu… ♫

Hmm, sepenggal lirik lagu Sewindu (Tulus) di atas agaknya sebelas-duabelas dengan pengalaman yang akan saya bagi kali ini: sama-sama soal sewindu. Bedanya, sewindu saya ini bukan untuk move on atau move away, seperti yang dikisahkan oleh Tulus. Ini tentang sesuatu yang sangat layak untuk saya pertahankan. Ya, tahun ini genap sewindu saya bersama Sariayu, sebuah brand produk kecantikan dalam negeri yang pesonanya sudah go international.

 

Bagaimana hingga akhirnya saya memilih menggunakan produk perawatan wajah dari Sariayu? Jadi, begini ceritanya …. 

Semua bermula pada tahun 2007. Awalnya saya hanya memakai produk pelembap dan bedak. Aktivitas saya yang sering di luar rumah, menuntut saya memilih produk dengan kandungan tabir surya (SPF) dengan harga yang terjangkau kocek seorang fresh graduate. Maka, pergilah saya ke minimarket langganan.

Sesampai di sana, oleh pramuniaga saya ditawari dua varian produk pelembap Sariayu: mawar dan jeruk nipis. Pilihan saya pun jatuh pada Sariayu aromatic series jeruk, sesuai dengan kulit wajah saya yang cenderung berminyak. Sementara itu, untuk bedaknya saya memilih bedak padat ketimbang bedak tabur. Dasarnya saya mau yang ringkas. 😆

Dari dua varian bedak padat yang ada di etalase swalayan kala itu, Kuning Langsat dan Kuning Pengantin, pilihan saya jatuh pada bedak padat SPF 15 refreshing aromatic Kuning Pengantin. Warnanya lebih pas untuk kulit wajah saya.

Sedang senang-senangnya saya punya bedak baru, beberapa hari kemudian, tanpa sengaja saya menjatuhkan si bedak padat dan berhamburanlah kepingan bedak padat tersebut. Ah, sedihnya… 🙁 tapi, apa boleh buat, saya pakai saja yang masih bisa diselamatkan sampai habis.

Setelah kejadian itu saya agak kapok memakai bedak padat. Jadilah  saya pindah ke bedak tabur dengan varian yang sama, Kuning Pengantin. Sampai sekarang saya lebih cocok memakai bedak tabur energizing aromatic. Strukturnya yang lebih lepas ketimbang bedak padat, terasa ringan di kulit wajah.

Setelah cocok menggunakan beberapa produk Sariayu yang saya ceritakan sebelumnya, menyusul kemudian saya mencoba produk pembersih wajah dua langkah. Sebelumnya saya tidak pernah terpikir untuk rajin membersihkan wajah secara dua langkah. Ribet! Lebih praktis memakai sabun wajah. Baru setelah di wajah mulai muncul komedo dan jerawat, saya sadar bahwa pakai sabun wajah saja tidak cukup. Saya merasa harus lebih disiplin merawat aset bernama ‘wajah’ ini. 😉

Untuk itu, lagi-lagi pilihan saya jatuh pada pembersih-penyegar aromatic series jeruk. Kandungan minyak pepermint dan ekstrak jeruk nipis dalam produk ini membuat wajah tak cuma bersih, tetapi juga lebih segar. Penat di badan usai seharian bekerja pun seolah terkurangi setelah menghirup aroma khas dari pembersih-penyegar ini. Hmmm …. 🙂

Rasa nyaman di hati saya kian bertambah saat pada tahun 2012 lalu, secara resmi Sariayu memperoleh predikat sebagai salah satu kosmetik halal di Indonesia. Syukur alhamdulillah. 🙂

Kini sewindu sudah hari-hari saya bersama Sariayu. Tidak ada yang bisa saya sampaikan untuk Sariayu dan Dr. Martha Tilaar selain terima kasih. Karena Sariayu, saya menjadi bagian dari perempuan Indonesia yang mengerti bagaimana menjadi lebih cantik tanpa menanggalkan kecintaan pada produk dalam negeri.

Terima kasih, Sariayu. Tetaplah mempercantik wanita Indonesia sampai kapan pun. 🙂

0 thoughts on “Sewindu Bersama Sariayu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *