Phie, Dulu dan Kini

Tema “The Old and The New Photos” yang diusung Bunda Yati sebagai tema giveaway beliau menggelitik saya untuk mengikutinya. Well, tidak ada kesan selain kesan positif yang saya dapat ketika kami berjumpa darat (baca: kopdar) beberapa bulan lalu. Di sebuah pagi yang manis oleh rinai gerimis, kami bersua. Bunda Yati yang senantiasa bersemangat bahkan di usia tujuh dasawarsa memeluk saya erat lalu disusul dengan obrolan hangat dan antusias. Hm, betapa perjumpaan singkat kami itu seperti mimpi saja saking singkatnya.

Nah, untuk memperkuat kesan dan apresiasi saya terhadap Bunda Yati, sesuai tema akan saya gambarkan di sini.

Terlahir sebagai seorang gadis berkulit sawo matang di bulan ketiga tepat ketika mentari terbit adalah sebuah anugerah terindah. Waktu pun beranjak membimbing saya mendewasa. Sayangnya, orang sekitar kemudian tak mudah mengenali saya yang bertubuh sedikit lebih kecil dibanding adik perempuan saya satu-satunya.

Inilah saya di masa itu, gadis kecil berambut ikal yang suka sekali bermain di kali atau memanjat pohon sepulang sekolah. Foto ini saya comot dari piagam penghargaan saya di kelas 4 sekolah dasar.

Phie-the old photo
Phie-the old photo

Lihat, mata saya terlihat bengkak. Kantung mata yang memang besar, kian menggembung 😳 Memalukan mungkin, tapi begitulah, saya berfoto usai menangis. Ceritanya waktu itu, guru kelas meminta saya segera mengumpulkan foto terbaru, sementara saya baru ingat sehari sebelum tanggal deadline-nya. Maka, tergopoh-gopohlah ibu menuntun saya ke studio foto satu-satunya di kampung kami. Foto inilah yang akhirnya menyadarkan saya bahwa ada ‘sesuatu’ di alis saya. 😆

Phie-the new photo
Phie-the new photo

Sekitar 18 tahun kemudian, ketika saya mulai akrab dengan dunia blog, berkenalan dengan Bunda Yati dan sahabat blogger di beberapa komunitas… seperti inilah saya. Masih dengan kantung mata besar dan ‘sesuatu’ di alis yang entah disadari oleh orang lain atau tidak, saya tidak peduli 😆 Yang jelas gadis mungil bernama Phie itu kini lebih bahagia karena memilih icon senyum lebar sepuluh senti sebagai pelengkap hidupnya.

Foto dan tulisan diikut-sertakan pada GiveAway – Pertamaku untuk Ultah Blog MISCELLANEOUS

banner 4th anniv miscellaneous blog

0 thoughts on “Phie, Dulu dan Kini

  1. Phie, yuk kita pasang mata pasang telinga kalo ada iklan yang mencari senyum terlebar dengan tema: Senyum dua generasi, hehe.. Phie, waktu kita ketemu karena singkatnya ya pasti Phie gak sadar kalo bunda juga punya sesuatu di alis bunda lho. Bunda terjatuh dari t4 tidur pada bulan Mei 2011, lha koq jadi gini setelah sembuh. Wis ah, mbuh, yang penting masih bisa senyum lebar. Mksh ya Phie dah ikutan GA bunda.

    1. Senyum kita memang lebar, Bunda *toss* Mari kita simpan baik-baik supaya nanti kalau ada sutradara iklan dengan tema “Senyum Dua Generasi”, kita bisa terpilih hehehe *ngarep* 😛 :mrgreen:

      Kembali kasih, Bun. Sukses untuk penilaiannya ya 🙂

  2. Phie, gak percuma kan ikutan GA bunda, datang pas sebagai peserta no. ke-100. Hadiah kejutan dari bunda buat Phie sebuah buku antologi bunda n friends ya. Tolong Phie kirimkan via inbox alamat pengirimannya ya, tapi jangan mengharap buru-buru t’rima karena bunda nunggu alamat2 rekan yang lain, biar barengan ngirimnya. Gitu. Makasih ya Phie partisipasinya. Salam s’mangat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *