Setelah menapaki hari-hari sebagai newbie food combiner, saya merasa perlu untuk giat kembali di kebun. Seperti yang pernah saya tulis soal kebun sayur impian, awal tahun ini saya mulai beberapa project sederhana untuk Kebun Buphielonia. 😉
Eh, sebentar, mengapa nama “BUPHIELONIA” yang saya ambil? Hehe, saya terinspirasi oleh Taman Gantung Babilonia. Masa sih Kerajaan Babilonia dan Raja Nebukadnezar II saja yang boleh punya ruang hijau? Saya juga mau punya kebun semacam itu. Makanya, saya bikin nama Buphielonia (diambil dari nama panggilan Bubu Phie). Norak biar, yang penting saya gembira. #eh 😛 😆
Bicara soal kebun, kami sekeluarga sempat memiliki kebun sayur beberapa tahun lalu. Sayang sekali, saya belum begitu telaten mengurus kala itu. Pada akhirnya satu per satu tanaman di kebun kami mati. Sedihnya …. 😥 Mau saya, project ini bisa terlaksana tahun 2014 lalu, … eh, ternyata belum bisa juga. Well, karena sekarang saya telah mendapat kesempatan yang pas, maka saya meniatkan membangun kembali sebuah impian sederhana ini. Mudah-mudahan istiqomah, aamiin. 🙂

Nah, supaya proses pengembangan kembali kebun ini sama menyenangkannya dengan ber-food combining, maka saya susun beberapa project secara bertahap. Untuk project pertama, seperti tertera di judul, project #1 ini intinya memanfaatkan barang bekas. Inspirasinya saya peroleh dari Growing Onions Vertically on the Windowsill.
Setelah saya tanam sekitar 3 minggu, seperti inilah penampakannya:

Saat saya ditanya oleh Ibu soal posisi tanam si bawang merah,
“Lho, kan yang dipanen umbinya, Mbak. Kalau begitu cara nanamnya, njur piye kuwi mengko panen e?”
“Kan yang saya panen daunnya, Bu, buat tambahan salad sayur. Hehehe…” jawab saya setengah bercanda.
Entah, beliau seperti baru setengah mengerti. Biarlah. Lagipula, kalaupun orang-orang biasanya memanen umbi bawang merah, bukan berarti itu larangan buat saya untuk memanen daunnya, kan? *kekeuh 😛
O ya, saya terpikir untuk memperbaiki sistem vertikultur sederhana ini. Maunya saya sambung ke model self watering. Tinggal menambah beberapa perintil benda lagi, sih. Kapan-kapan saya update di sini, insyaAllah. Sekian kisah dari dua pot bawang merah di teras rumah. Selamat berkebun! 😉
bawang merah ditanam seperti itu menarik ya
iya, terlihat berbeda ketimbang pot biasanya 😀
Aku jadi pengen ikutan bljr berkebun nih mak, karena liat kebunnya mak pungky dan skg dirimu…biar makan sayur tanpa pestisida yess 🙂
ayok, Mak, sama-sama belajar berkebun. biar hidup tambah sehat, yes! 😉
memanfaatkan barang bekas ya. cocok yang gak punya lahan luas seperti rumahku
Keren kebunnya, salut!! senang ya bisa manen bawang dari kebun sendiri, organik soalnya.
.. . Kita punya hobi sama nih, kebunku sekarang sedang diselimuti salju.