deSista – PRAS

Liburan lebaran kemarin rasanya makin lengkap ketika bisa kembali bersamanya, walau hanya hitungan jam. Tidak terbayangkan bisa bertemu kembali setelah setelah hampir satu tahun berpisah dengannya. Dia? Sista, demikian kami biasa saling sapa. Siapa sangka persahabatan yang bermula sedari bangku sekolah menengah umum berlanjut hingga detik ini. Itu berarti telah 13 tahun kami menjalaninya, sama

Selamat Berbahagia, Nan..

Dear, Nan.. Mengenalmu adalah sebuah kesyukuran. Kalimat pertama ini tak bermaksud melebih-lebihkan. Ya, kau tentu tahu seperti apa aku dan bagaimana caraku memelihara persahabatan kita. Kau yang dulu, pertama kalinya bertemu di depan ruang akademik saat gedung fakultas kita masih di Sekip awal tahun ajaran 2002. Banyak sekali hal yang kuterima darimu, sosok mungil yang

My Beloved Ezy

Ezy? Ya, Ezy. Perkenalkan ialah Ezy, sahabatku. Bukan manusia, bukan pula binatang peliharaan. Dialah Ezy, kuda besiku. Panjang cerita hingga ia menemani hari-hariku sampai detik ini. Dulu Ia berasal dari kota yang ramai, Jakarta, tepatnya Salemba, Jakarta Pusat. Pemiliknya yang kala itu masih berstatus mahasiswa memindahtangankan Ezy kepada Paklik Hari, adik ragil ibu yang kini

Ganza, Kencan Pertama

Sabtu pagi, Juli 1999. Hari pertamaku di bangku sekolah menengah umum telah dimulai. Puluhan siswa baru berdiri menggerombol di depan gerbang SMU 9 Yogyakarta. Ya, mereka saling kenal. Sementara aku? Tak ada seorang pun yang kukenal, apalagi mengenalku. Menyedihkan… 🙁 “Ugh, hari pertama masuk selalu seperti ini. Pantas saja orang bilang I HATE MONDAY” gumamku,