Foto di atas adalah dokumentasi keluarga besar Tedjodisastro. Waktu itu tepat peringatan 1000 hari almarhumah Nyi Warsilah (simbah putri kami tercinta), sekitar tahun 1996/1997. Saya (paling kiri) dan sepupu berkumpul di teras rumah induk sore itu setelah asyik melihat seekor kambing disembelih di depan rumah.
Tag: Tedjodisastran
Temu Kangen Tedjodisastran
Harta yang paling berharga adalah keluarga Istana yang paling indah adalah keluarga Pusi yang paling bermakna adalah keluarga Mutiara tiada tara adalah keluarga Penggalan syair OST sebuah serial film keluarga berjudul Keluarga Cemara di atas sepertinya menggambarkan benar seperti apa berartinya sebuah keluarga bagi saya. Apalagi bila memang sudah lama tidak berkumpul. Rasanya tidak terbayangkan.