Teringat ayah, teringat pada masa kecil..
Tentang serunya ngebut dengan sepeda keren (meski sedikit usang);
tentang asyiknya bergelantungan di antara dedaunan pohon jambu biji merah di sudut rumah sembari menikmati birunya langit;
tentang nikmatnya mengamati bunga-bunga amirillis jingga bermekaran;
juga tentang bahagianya mengabadikan senyuman tiap orang dalam hidup saya..
#Thanks, Dad 🙂
-kaki Merapi, 30 November 2011, ketika malam nyaris larut-

Saya trus ingat Bapak saya yang sudah nggak ada lagi…
Pak Mars, begitulah rasanya kalau kangen alm. bapak 🙁
Singkat tapi kena! Mari kita doakan ayah kita, baik yg telah tiada maupun yg masih ada. Salam kenal. (btw, gambarnya bagus jg 🙂
Mari sama-sama berdoa untuk kedua orang tua kita. Salam kenal dari kaki Merapi.
Gambar? hehe itu saya buat sendiri pakai Paint 🙂
hah? beneran gambar sendiri Mbak Phie? Pake paint? kok bagus?
(nanyanya kok ada nada ngece yo?)
huihihihihihihi….
bercanda loh Mbak Phie 🙂
Woii.. si Ais, ndak boleh bohong lho ya. bohong itu dosa
kalo liat pedagang bakso saya ingat Ayah
Riez, makasih sudah mampir 🙂
Ya, tiap anak pasti punya kenangan pada ayahnya
lihat gambar dan membaca postingan ini
dalem rasanya…
aku juga jadi ingat ayahku….
terima kasih, Pak Akhmad.. untuk like-nya juga 🙂
terima kasih ayah atas semuanya.
Terima kasih sudah mampir, Mas Puji. salam kenal 🙂
Keberadaan orang tua akan selamanya teringat…. 😥
ya, begitulah, Sop.. 😥
🙁
menghening..
mengheningkan cipta untuk ayah tercinta 🙁
suka gambarnya mba phie..mari berdoa utk kedua ortu kita
terima kasih, Lia 🙂 akhirnya mulai memecah kevakuman blog lagi ya? syukurlah. iya, mari kita sama-sama mendoakan orang tua kita, semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin 🙂