untuk sebuah nama
yang berhasil kueja
kuurai dari suatu masa
untuk sebuah nama
yang membuat ruah gulana
kususuri hangat rengkuhnya meski dalam angan semata
untuk sebuah nama
yang kala itu tak pernah bisa kusisipi cinta
adalah dia penghujung lara nestapa
secarik kenangan dalam ruang setengah hampa
adalah dia dan sebuah nama,
Prambanan di suatu senja
“Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway The Fairy and Me yang diselenggarakan oleh Nurmayanti Zain“


ini akibat galau kah mbak?
galau? mungkin iya, tapi tidak 100% juga sih 😀
menggalaui kisah masa silam dan akhirnya jadilah puisi ini 🙂
cie cie..mba pie…
sukses GA nya yah
cie.. cie.. Lia
uhuuy! tengkyu ya 😀
indah :’)
weeh.. pakai terharu juga sepertinya, Ham 🙂
makasih ya 🙂
Sekarang senjanya tambah kelam atau semakin semarak?
Pokoknya selamat memeriahkan kontes Giveaway
senja akan selalu indah, Pak Alam.
pokoke terima kasih deh, sukses juga untuk Earth Hour 2012, Pak 😀
Untuk sebuah nama.. aku suka 🙂
sukses ya phi..
makasih, Ne.. sukses juga untuk Ne 😀
uhukk…
untuk sebuah nama,, Captain ya mbak?
hehe… #jahil
uhhuuukkk.. *melu-melu watuk*
bukan, untuk seseorang dari masa lalu, Puch
uhuukk.. Captain mah kalem-kalem aja hihihi
masyaAllah.. untuk sebuah nama yang menoreh sosok berharga di hati 🙂 sweeett….
———–
sudah terdaftar ya phie
terima kasih atas partisipasinyaaa!
Hai, Mbak Maya 🙂
Iya, senang bisa meramaikan acara GA-nya.
Terima kasih telah singgah di SPP. 😀
Sebuah prambanan kalau senja seperti itu ya pemandangannya. Jadi inget, fajar-fajar suruh beli mie bihun depan prambanan. Dari jogja depan bandara sampai prambanan hanya beli 5 bungkus bihun.
wah, kenangan tentang Prambanan ternyata tidak sekadar masa silam ya, tapi juga makanan hehehe.. 🙂
Ok, terima kasih telah singgah, Mas Yitno.
salam kenal 🙂
untuk sebuah nama ^^
sukses GA nya 😀
Terima kasih Jiah al Jafara, salam kenal 🙂
phi,,,komat kamit di efbe malah belum nyambangi blognyah, maaf keun mimi yg terlalu cantik ini ya 🙁
namanya siapa phi ? 😀
ehehe.. ndak apa, Mi 🙂
nama yang melatarbelakangi puisi ini maksudnya, Mi?
ada deh.. 😆 yang jelas bukan Captain
Wow hanya sebuah tempat kadang memang sangat berarti
Nice..
kenangan terhadap sebuah tempat dan seperangkatnya kadang sangat bermakns 🙂
Ih, bagusnya kata-katanya….
terima kasih, Zart 🙂
Mantaps, untuk dijadikan yang inspiratif dalam kegalauan.
Sukses selalu
Salam
Ejawantah’s Blog
makasih, Mas Indra 🙂
sukses selalu buat Ejawantah’s Blog
galau lagi musim banget sih…
meski musim harus ditakar sewajarnya 🙂
terima kasih telah sudi mampir
jadi postingan ini untuk prambanan atau untuk siapa mbak?? hahaha, dhe masih ndak mudeng 😀
untuk seseorang (dari masa lalu) yang terakhir berpisah di Prambanan.
perpisahan yang sangat datar, hanya ditemani senja dan kebisuan.
diam dengan pikiran masing-masing, terutama saya karena masing-masing telah memilih hati yang lain.. gitu, Dhe 😀
Jadi teringat waktu tamasya di prambanan. Kalau senja indah banget ya sob??
iya, benar, Mas Yitno 😀
wah, Prambanan bikin Mbaknya galau hehehe 😀
keren, Mbak sajaknya 😀
hehehe.. makasih, Riz 🙂
salam kenal…sdng sarapan nie dg tulisan2ny mbak asre…tlisannny bagus..
salam kenal kembali 😀
terima kasih telah singgah di Segores Pena Phie
senja yang mengintip melalui jendela,,,sya suka suasana seperti ini…
saya juga suka suasana senja 🙂