Kisah Dapur Yu Pulen: Markisa Granita (yang Gagal)

Mau dibilang apa, jika gagal ya tetap saja gagal. *eh

Kalimat pembuka di atas sepertinya menjadi jawaban atas semangat kembali ke dapur akhir pekan lalu. Ceritanya, saya terinspirasi oleh sebuah artikel kuliner di Yahoo! She, Lemon Granita. Bahan-bahannya lumayan sederhana, tetapi karena bahan utamanya, lemon, tidak tersedia … maka saya pun memutar otak. Kira-kira bahan apa yang lebih murah dan mudah didapat di sekitar rumah?

Aha! Ingatan saya pun membentur pada beberapa buah markisa yang sudah dipanen ibu sehari sebelumnya.

markisa
markisa dari kebun sendiri

Buah ini memang banyak tumbuh di pekarangan rumah kami. Daripada dibiarkan busuk dan tidak memberi manfaat apa-apa, bukankah lebih baik jika dimanfaatkan? Siapa tahu kreasi ini kelak bisa dikembangkan sebagai salah satu sumber penghasilan sampingan. Kenapa gak?

Entah, beberapa waktu terakhir pikiran saya selalu soal uang. Bukan matre, tapi hidup tanpa uang juga tidak mungkin. Maka, alangkah beruntungnya jika buah yang mudah sekali tumbuhnya ini dinaikkan nilainya dengan diolah menjadi produk olahan yang lebih bervariasi.

Bicara soal ide olahan markisa, yang sering kami buat adalah sirup markisa. Saya cermati, resep Lemon Granita ini pun lebih mirip dengan membuat sirup; finishing-nya saja yang berbeda. Maka, saya pun mencoba. Bismillah …. 🙂

Bahan: buah markisa (7—8 buah), air hangat 500 ml, gula pasir 250 g, garam secukupnya

Cara membuat:

  1. Belah markisa, ambil isinya, dan pisahkan dalam wadah.
  2. Tuang air hangat (± 200 ml) ke dalam wadah yang telah berisi markisa dan aduk-aduk. Tujuannya agar sari markisa bisa lebih encer dan mudah disaring.
  3. Saring dan ambil sari markisa, pisahkan dalam panci.
  4. Tambahkan sisa air ke dalam sari markisa, masukkan gula pasir, garam, dan masak hingga mendidih dengan api kecil sambil terus diaduk.
  5. Setelah mendidih, angkat dan tuang ke dalam wadah. Diamkan antara 10—15 menit, lalu masukkan ke dalam freezer.
  6. Setiap 1 jam sekali, aduk2 dengan garpu, lalu masukkan kembali ke dalam freezer. Lakukan hal ini berulang hingga 3 atau 4 jam.
  7. Setelah 4 jam? Hasilnya? Masih cair! 😯

Ditunggu sampai hari berikutnya …

Hasil akhirnya hanya bisa seperti ini, macam es batu rasa markisa. 🙁

Markisa Granita (gagal) :(
Markisa Granita (gagal) 🙁

Oh, so sad! Lha kok gagal siiih? 😥 *mewek*

Hmm …. Ada beberapa hal yang menurut saya menggagalkan Markisa Granita ala Yu Pulen ini.

Apa?

Mungkin suhu freezer di dalam kulkas mini kami yang tidak optimal. Atau, bisa jadi karena ukurannya yang mini itu jadi pendinginannya pun tidak berjalan dengan semestinya? Atau, karena wadah yang saya gunakan terlalu besar sehingga pendinginan pun tidak optimal? Hm, entahlah. Saya masih akan tetap mencoba di lain kesempatan. Kalau tidak bisa memakai freezer kami, apa boleh buat, strategi tradisional akan saya tempuh. Bukankah kegagalan adalah sukses yang tertunda? *kekeuh*

Doakan saya ya, Sahabat! :mrgreen:

0 thoughts on “Kisah Dapur Yu Pulen: Markisa Granita (yang Gagal)

    1. yuhuu, semangaat! 😀
      gampang kok nanamnya, ditanam di pot juga bisa, nanti tinggal diberi turus kan markisa tumbuh menjalar. bisa digunakan buat kanopi rumah 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *