Soal Kado Cinta

Selamat datang, Maret! Alhamdulillah, akhirnya bisa lanjut lagi update postingan di Segores Pena Phie ini. Bulan lalu, saya konsen dengan proyek #30HariMenulisSuratCinta 2014. Sengaja saya mengikutsertakan Larik Syair dan syukur alhamdulillah, 2 Maret lalu proyek dari Pos Cinta ini resmi ditutup. Dari tiga puluh surat cinta yang saya tulis, ada beberapa yang terpilih. Kalau dilihat trend-nya, mirip dengan bentuk gunung. Kalau kata ahli statistik, peak season-nya ada di pertengahan. Senang tentu bisa terpilih untuk tampil di Pos Cinta. Tapi, kali ini saya tidak akan bercerita soal detail #30HariMenulisSuratCinta. Lain kesempatan saja. E, tapi kalau ada Sahabat yang justru penasaran, boleh ngepo ke LarikSyair dan merasakan seperti apa kado cinta saya untuk 30 penerima. 😛

Oke, dilanjut. Hm, sebenarnya sembari menggarap surat cinta, saya ingin sekali bisa update di blog ini juga; tapi … apalah daya tangan, tak sampai *nyanyi 😆 Mungkin inilah yang disebut writer’s block. *duuh! Heran juga, kalau saya sedang fokus menye-menye, eh maksudnya menulis surat cinta kepada 30 penerima cinta, kadang saya tak bisa begitu saja move on ke tema lain. Padahal yang namanya inspirasi banyak, ya?

Bisa jadi, si writer’s block ini salah satunya disebabkan oleh rasa lelah karena sibuk mengepel dan bersih-bersih rumah. Masih ingat kan pertengahan bulan lalu Kelud erupsi? Abu vulkaniknya tak luput menyapa Jogja. Jumat, 13 Februari 2014 menjelang Subuh, hujan abu sangat intens dan itu terjadi hingga siang harinya. Di tempat saya tinggal, ketebalan abu mencapai 3 cm. Duh, Gusti … saya tak bisa pergi ke mana-mana selama 3 hari, Jumat-Sabtu-Ahad. Di dalam rumah, kami tetap memakai masker karena debu beterbangan masuk melalui lubang ventilasi. Pengap, tapi mau bagaimana lagi? Ya, sudahlah … saatnya menerima kado cinta dari Kelud. Anggap saja ini cara Gusti Allah membagi rata anugerah (cinta) kesuburan. Karena kejadian hari itu, saya membuat surat cinta berjudul #PrayforKelud: Sebuah Doa dari Kaki Merapi untuk #30HariMenulisSuratCinta.

abu vulkanik Kelud
kondisi sesaat setelah hujan abu turun

Selain dua buah kado cinta di atas, masih ada sebuah lagi kado cinta yang datang pas dengan hari Valentine. Eh, soal Valentine … saya cukup tahu saja, tidak pernah merayakan. Catet! Jadi, ceritanya begini. Hari Sabtu sore, 14 Februari lalu seorang kurir JNE datang ke rumah mengantar sebuah bingkisan dari Bentang Pustaka. Masih ingat kan dengan postingan saya soal menang lomba bikin halaman persembahan skripsi? Nah, hadiahnya adalah voucher belanja buku terbitan Bentang Pustaka senilai 150K. Alhamdulillah, dengan voucher tersebut, saya bisa membeli tiga buah buku baru: Catatan Akhir Kuliah (Sam @skripsit), Lupa Endones Deui (Sujiwo Tejo), dan kumpulan cerpen #CrazyLove Move on (Ardelia Karisa dkk.). Ini dia kenampakannya! 😀

hadiah buku Bentang Pustaka
kado cinta dari Bentang Pustaka

Seperti mendapat penghibur lara, senang rasanya saya menerima kado cinta dari Bentang Pustaka. Terima kasih, Bentang! 😀 Tetapi, seperti biasa, yang selesai membaca buku-buku tersebut justru bukan saya, tetapi adik saya, Ning. Dia memang antusias kalau saya dapat buku baru geratisan. 😛 Dari ketiga buku itu, dia paling kepincut dengan tulisan Sujiwo Tejo. Hahaha lha iya, model berkisahnya memang mirip dalang dan Ning suka dengan isu-isu sosial yang dicuplik oleh si penulis. FYI, saat ini saya sedang membaca Catatan Akhir Kuliah. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa merilis review ketiga buku ini sekaligus perkenalan blog baru, insyaAllah. Doakan ya, Sahabat. 😀

0 thoughts on “Soal Kado Cinta

    1. sebenarnya udah sejak Juni tahun lalu, Mbak. ada teman ngasih domain [dot]com gratis. karena alamatnya spesifik soal review, makanya isinya akan saya buat khusus untuk review buku, film, dsb.nya.

      doanya ya, Mbak 😉

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *