Goal Kedua 2014: Memulai Investasi Reksadana

Setelah berhasil mewujudkan goal pertama di tahun 2014, goal kedua pun menyusul di bulan yang sama. Temanya masih seputar dunia finansial. Hahaha, aseli, ga tahu kenapa di awal usia kepala tiga ini saya jadi lebih gemar ngutak-atik keuangan. Kalau dipikir-pikir, saya termasuk yang rada telat memulai investasi. Iya, sadar, kemarin-kemarin yang saya lakukan baru menabung dan menyiapkan tabungan impian untuk dua hal: dana darurat dan premi asuransi tahunan. Tahun ini harus ada progress yang signifikan. It’s a MUST! 🙂

Hmm, finansial. Begitu mendengar satu kata ini, sebagian orang yang masih beranggapan tabu untuk membahas uang, akan memilih mundur atau bahkan bungkam. Padahal kalau mau jujur terhadap kondisi masing-masing, ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk mencapai kemapanan finansial, terutama berkaitan dengan mempersiapkan masa depan. … dan yang saya mulai tahun ini adalah berinvestasi reksadana (RD) untuk keperluan dana pensiun. Well, better now than never, kan?

Mau tahu kisah saya? Oke, saya akan membagi pengalaman saya sampai akhirnya bulat niat membuka rekening RD. 🙂

Jadi begini …. Semua bermula pada pertengahan Oktober 2013 lalu. Saya ada dana nganggur di Tabungan Impian BRI Syariah. Memang sengaja, sih, saya bikin jatuh temponya setahun saja biar ga terlalu lama. Nah, tadinya uang di tabungan tersebut saya maksudkan untuk menambah biaya pernikahan (yang akhirnya gagal, so sad 😥 ). So, it means that uang itu ga akan saya pakai dalam waktu dekat. Lagipula, sejak putus dengan Captain Cartenz saya jadi rada gimana gitu dengar kata “nikah”, sedih aja bawaannya. Jadi, daripada saya larut dalam kesedihan, saya utak-atik saja uang itu. Mau buat apa, ya? pikir saya waktu itu.

Akhirnya, sebagian saya gunakan untuk menambah cadangan bayar premi asuransi tahunan dan sebagian lagi saya gunakan untuk berinvestasi. Hmm, tapi mau jenis investasi yang seperti apa, ya? Dengan nominal ga begitu besar, saya bisa lari ke mana? Lari … ke hutan lalu berteriak, macam puisi Dian Sastro? *abaikan! 😛

Maka, saya pun mulai mendalami artikel-artikel soal investasi yang ditulis oleh para pakarnya: Mbak Prita Ghozie, Bang Aidil Akbar, Mbak Ligwina Hananto, Bang Riyan Filbert, Mas Eko Endarto, Pak Rudiyanto; sampai yang bentuknya website finansial (HowMoneyIndonesia, NgaturDuit.com, dsb.); juga tak lupa ke site-nya Bapepam. Saya memanfaatkan juga socmed twitter. Ada banyak kemudahan mengakses link-link info/berita soal investasi, terutama RD, lewat twitter.

O ya, sebagai newbie saya juga merasa perlu meminta saran teman yang lebih dulu mengenal RD; disusul kemudian membandingkan produk-produk RD yang ada di beberapa bank agen penjual. Ada banyak bank yang bisa kita tuju, kalau Sahabat penasaran, silakan Googling dengan kata kunci “bank agen penjual reksadana”.

Oke, lanjut, ya! 🙂 Tahap pertama saya mendalami RD adalah delapan bulan. Dalam jangka waktu itu, akhirnya pilihan saya jatuh ke Commonwealth Bank. Selain karena dekat dengan tempat kerja, berdasar hasil browsing sana-sini, banyak yang merekomendasikan CommBank. Saya termasuk yang sreg dengan pelayanan di bank ini, meski tiap kali ke sana antrinya lama karena setiap pelanggan akan dilayani satu-satu secara menyeluruh.

Tanggal 7 Februari 2014, akhirnya saya buka juga rekening Autoinvest RD di CommBank. Untuk pembukaan rekening cukup Rp500.000,00. Prosedur pembukaan rekening mirip seperti buka rekening di bank lainnya. Namun, ada yang sedikit berbeda. Di sini perlu menunjukkan KTP dan kartu NPWP. Berkas yang diisi juga lebih banyak. Ada data pribadi, lembar kuesioner profil risiko, juga lembaran tambahan yang ditempeli materai Rp6000,00 sebanyak 2 lembar. Tenang saja, kita hanya perlu membawa KTP, NPWP, dan uang; materai disediakan oleh bank.

form-form yang perlu diisi, daftar RD, buku tabungan, dan token. gratis dari CommBank
form-form yang diisi, daftar RD, buku tabungan, dan token dari CommBank

Sesuai dengan namanya, produk Autoinvest RD ini akan mendebet secara otomatis saldo di rekening kita sesuai harga RD yang kita sepakati di awal. Ada banyak jenis RD di Commbank, jadi pastikan Sahabat memilih yang tepat, sesuai profil risiko, kemampuan diri, dan pastikan kinerja RD-nya bagus.

Untuk melihat kinerja suatu RD, Sahabat bisa bertanya kepada para pakarnya atau kalau memang sedang ga bisa ke mana-mana, Sahabat bisa browsing atau khusus RD saham/saham syariah bisa ke NgaturDuit.com. Di sana ada halaman TopReksadana yang membahas tentang beberapa kategori RD saham.

Ngomong soal uang, kalau sudah asyik susah juga berhentinya, ya, hehehe. Ok, sekian yang bisa saya bagi. Karena saya masih newbie, masih banyak ilmu investasi yang harus saya pelajari. Yang penting tetap konsisten, mau belajar, mau hidup hemat, seimbang, dan … yuuk, berinvestasi sejak sekarang! 😉

0 thoughts on “Goal Kedua 2014: Memulai Investasi Reksadana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *