Di Balik Layar Kadang Anem 09: Dipilih dan Memilih

Apa yang terlintas di benak Sahabat jika suatu saat dipilih menjadi kandidat ketua sebuah organisasi? Cemas? Takut? Khawatir? Ataukah senang? Saya pikir perasaan semacam itu ada dalam benak keenam orang yang maju menjadi kandidat ketua pada Pemilihan Ketua Umum Kadang Anem 09, organisasi pemuda selevel rukun warga di kampung kami. Mereka adalah Imam, Harun, Fisal, Irawan, Fikri, dan Fajar.

Lepas dari keenam kandidat, rasanya adalah sebuah kesempatan berharga pula saat saya pun dipilih menjadi salah satu dari keenam orang panitia pemilihan ketua. Ya, saya bekerja satu tim bersama Agus, Ika, Sidqi, Sumarno, dan Wening. Maka, sejak panitia dibentuk pada pertemuan pemuda tanggal 9 Mei 2015, kami pun mulai bekerja mempersiapkan dan mengemas acara pemilihan yang lain dibanding sebelumnya. Tak banyak waktu yang kami punya. Pertengahan Juni sudah masuk Ramadhan, itu berarti segala urusan pemuda sebisa mungkin selesai sebelum masuk puasa. Dari hasil rapat pertama kami, diperoleh dua alternatif tanggal pelaksanaan: 30 Mei atau 6 Juni.

Rapat kedua kami diselenggarakan di rumah Ika seminggu kemudian. Segala persiapan dibahas: undangan, pamflet, aturan pemilihan, surat suara, daftar pemilih, form rekap jumlah suara, perlengkapan-peralatan yang diperlukan; termasuk siapa saja yang ditunjuk sebagai penanggung jawab. Agus menangani cetak pamflet dan surat suara. Ika mengurusi perbanyakan undangan dan aturan. Sidqi dan Sumarno mempersiapkan bilik suara, mengonsep tata letak acara pemilihan, dan menditribusikan undangan. Wening menyiapkan alat tulis dan kertas sekaligus mengurusi nota-nota transaksi dan keuangan. Saya sendiri bertugas mengonsep undangan, mendata dan membuat daftar pemilih serta form rekap.

Karena kami perlu juga menyampaikan hasil rapat panitia kepada para kandidat, maka tanggal 23 Mei kami mengundang keenam kandidat untuk berdiskusi soal aturan pemilihan di rumah Sumarno. Untunglah tidak ada yang keberatan. 🙂 Setelah kami rapat dengan kandidat, dilanjutkan dengan update persiapan pemilihan. Pamflet dan surat suara sudah selesai cetak, tinggal menempel dan melipatnya. Overall, persiapan sudah mencapai 80%. Great job, Pals! 😉

***

Waktu bergulir dan hari H pun tiba. Sabtu, 30 Mei 2015 persiapan di tempat pemilihan dimulai bakdal dzuhur hingga pukul 17.00. Bakdal Magrib kami sudah harus stand by di lokasi. Semua sudah siap. Tinggal menanti teman-teman, eh, maksudnya para pemilih.

Acara terpaksa mundur dari run down yang telah ditetapkan, tetapi alhamdulillah semua berjalan lancar sampai akhir. Ini dia saya cuplikkan beberapa dokumentasi acara. 🙂

Kadang Anem 09 Candi Karang
proses pemilihan ketua Kadang Anem 09 2015-2017

Kadang Anem 09
tim panitia kanan ke kiri [Sidqi, Sumarno, Agus (atas), Wening, saya, Ika (bawah)]
Di akhir acara, ditetapkanlah ketua Kadang Anem 09 terpilih untuk periode 2015 s.d. 2017 berdasar perolehan suara terbanyak. Dialah Harun Aroni. Selamat, yaa! 😀

***

Begitulah, ada masanya dipilih dan memilih. Bagi saya pribadi, dipilih berarti dipercaya dan tentu ada sesuatu alasan yang mendasari mengapa seseorang layak dipilih. Di sisi lain, memilih berarti menggunakan hak untuk memberi kepercayaan kepada seseorang. Pada akhirnya, siapapun yang terpilih menjadi ketua Kadang Anem 09, dialah yang dipercaya untuk memimpin, memandu kami semua pemuda Candi Karang RW 09 untuk menjadi lebih baik lagi, insyaAllah.

 

0 thoughts on “Di Balik Layar Kadang Anem 09: Dipilih dan Memilih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *